Kompas.com - 21/04/2017, 15:11 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

 

Hadirlah pada acaranya, anak akan mengingatnya

Kita barangkali tidak ingat berapa skor yang kita menangkan saat bermain bola melawan tim sekolah lain, atau lagu apa saja yang kita mainkan saat tampil di panggung saat kita kecil dulu. Namun kita pasti ingat bagaimana ayah kita berdiri di antara penonton dan memberi kita semangat.

Ingat, orang pertama yang akan dicari anak lelaki untuk menunjukkan kemampuannya atau hasil karyanya adalah ayah mereka. Anak-anak selalu berharap ayah mereka peduli pada apa yang mereka lakukan.

Kedekatan berbeda dengan kebersamaan

Anda mungkin berada di dekat anak Anda saat dia mengerjakan PR, berjalan-jalan di mal, atau mengikuti sebuah lomba. Namun bila Anda sibuk dengan ponsel atau hal lain, maka kehadiran Anda kurang bermakna. Anda memang “hadir”, tapi tidak “bersama” dengan mereka.

Ini hal yang cukup sulit dilakukan karena tangan kita secara otomatis meraih ponsel saat sedang tidak memegang benda lain. Tapi bila Anda menyadari bahwa anak Anda membutuhkan kehadiran Anda secara utuh, maka mulailah mengesampingkan ponsel dan urusan lain.

Dia bau, sama seperti kita waktu kecil

Saat masih kecil anak-anak memiliki bau khas yang menggemaskan. Namun ketika dia tumbuh lebih besar bau keringat dan jalanan akan tercium lebih tajam.

Oleh karenanya ajarilah anak untuk membersihkan dirinya, menyikat gigi, dan menggunakan wewangian setiap hari. Mungkin orang akan maklum terhadap kondisi anak-anak yang seperti itu, tetapi kita bisa mengajarinya sebagai bagian dari menghormati dan tidak menimbulkan gangguan pada orang lain.

Ajarkan pada anak arti dan pentingnya keindahan

Penting bagi anak-anak untuk menghargai keindahan dan kecantikan dari hal-hal yang ada di sekitarnya. Sebagai ayah kita perlu membantu anak kita memahami bahwa kecantikan bukan sekedar penampilan saja. Ajarkan dia melihat inner beauty. Semakin dini anak kita memahami soal ini, ia akan semakin menghargai kehidupan.

Ia boleh berteman dengan siapa saja

Kebanyakan dari kita tidak berteman dengan perempuan pada masa kecil. Teman bermain kita selalu sesama laki-laki. Akibatnya kita sering canggung berada di antara perempuan, bahkan setelah kita dewasa.

Bila hal yang sama terjadi pada anak Anda, ubahlah pola itu. Biarlah dia mencoba bermain dengan teman-teman perempuannya seperti halnya dia berkawan dengan teman lelakinya. Kelak itu akan menjadi bekalnya agar nyaman berada di manapun, dan dia akan berterimakasih pada kita untuk pelajaran itu.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.