Kompas.com - 01/05/2017, 13:58 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

Membiasakan berpuasa

Awalnya, puasa mungkin terasa berat. Yang terpikir adalah kapan waktu makan. Namun menurut Brad Pilon, metode ini sangat bisa dibiasakan. Awalnya kita cukup mengambil dua hari dalam seminggu berpuasa, hal yang tidak asing lagi karena di Indonesia ada juga kebiasaan berpuasa Senin Kamis. Bila sudah terbiasa, maka kita bisa menambah hari, sehingga menjadi lima hari dalam seminggu.

Mengenai waktunya sebenarnya terserah pada kebiasaan kita, apakah kita mau mengambil jendela makan di pagi hingga siang hari, atau siang hingga sore. Intinya usahakan tubuh kita tidak makan (makanan berkalori, artinya boleh minum air putih) sedikitnya selama 12 jam setiap hari. Makin kecil jendela makan, makin cepat efek yang ditimbulkannya.

“Pembakaran lemak mulai terjadi setelah 12 hingga 13 jam berpuasa, dan mencapai puncak setelah 18 jam,” ujar Pilon. Artinya juga kita bisa menahan hingga 18 jam tidak makan, maka proses itu akan lebih efektif.

Bagaimana dengan tenaga untuk bekerja dan berolahraga? Mereka yang melakukan IF mengatakan tidak ada masalah dengan hal itu. Mereka justru merasa lebih bertenaga jika melakukan latihan pada periode puasa dibanding bila makan sebelumnya. Tentu hal ini tidak berlaku untuk olahraga yang sifatnya endurance, seperti lari marathon misalnya.

Pada dasarnya, tubuh kita tetap bisa mendapatkan tenaga dari sumber lain, yakni ketones lewat pembakaran lemak. Ini hanya seperti memindahkan baterai saja.

Bila Anda termasuk orang yang bisa menahan lapar selama sedikitnya 12 jam, maka cara ini merupakan salah satu pilihan untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan usia lebih panjang. Seperti kata Benjamin Franklin: “Untuk mendapatkan umur panjang, makanlah lebih sedikit.”

Baca: Cara Puasa yang Tepat Bisa Turunkan 5 Persen Bobot Tubuh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.