Kompas.com - 04/05/2017, 20:00 WIB
Godaan untuk bercinta AntonioGuillemGodaan untuk bercinta
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

Kehadiran anak-anak membuat irama kerja orangtua menjadi lebih sibuk. Ini adalah fakta. Dan bila para orangtua berusaha memiliki jadwal bercinta seperti saat mereka belum memiliki anak, maka mereka akan sulit mendapatkannya.

Meski begitu, kehidupan seks tetap bisa dijadwalkan. Mungkin Anda merasa tidak nyaman memberi tanda pada kalender untuk waktu bercinta, tapi kadang-kadang itulah yang harus dilakukan. Namun seperti banyak hal dalam hidup, kuncinya adalah soal persepsi mengenai jadwal tersebut.

Mereka yang terpaku pada jadwal akan kehilangan hasrat. Namun mereka yang menggunakan waktu jeda sebagai persiapan dan pemanasan, akan mendapat seks yang menggairahkan. Bersikaplah seperti anak yang menanti hari ulang tahunnya, sehingga bila saatnya tiba, Anda akan menggebu-gebu.

Lebih banyak lebih baik

Ada mitos yang menyebutkan, makin banyak seks makin baik untuk pasangan yang punya anak. Hal ini tentu tergantung seberapa banyak. Bila Anda sangat jarang bercinta, atau hanya sempat melakukannya sekali sebulan, maka lebih banyak dari itu akan lebih baik. Namun dalam hal seks, banyak itu ada batasnya.

Peneliti dari University Of Toronto Mississauga meneliti pasangan dengan anak untuk mengetahui hubungan antara seks dengan kebahagiaan. Mereka mendapati, pasangan yang sering bercinta lebih bahagia daripada yang jarang. Namun demikian, pasangan yang bercinta empat kali dalam seminggu ternyata tidak lebih bahagia dari yang melakukannya seminggu sekali. Mereka mungkin lebih berkeringat, namun tidak lebih bahagia.

Anak yang menyaksikan orangtuanya bercinta akan mengalami trauma

Salah satu hal yang membuat para orangtua tidak lagi bercinta adalah keyakinan bahwa anak akan terguncang bila mendapati ayah ibunya sedang intim. Ini bisa jadi benar kalau reaksi orangtua berlebihan, seperti panik, kaget, atau emosi dan menyuruh si anak pergi. Padahal tidak harus begitu.

Pakar pendidikan anak Deborah Roffman menganjurkan tindakan sederhana bila anak mendapati mereka sedang berhubungan seks. Pertama, hentikan kegiatan dan berpakaianlah dengan tenang. Kedua, orangtua sebaiknya sadar bahwa anak tidak memahami apa yang dia lihat, sehingga respon kita tergantung pada reaksi anak. Mungkin orangtua bisa menanyakan apakah anak minta minum atau lainnya.

Bila anak memperlihatkan rasa bingung atau takut atas apa yang mereka lihat, mungkin ada baiknya mendekatinya dan memeluknya atau membuatnya nyaman. Akhirnya, disarankan agar orangtua tidak berbohong bila anak menanyakan apa yang terjadi. Mereka boleh menjelaskan pada anak-anak dengan bahasa sederhana. Namun harus diingat, hal ini kadang-kadang menjadi awal di mana orangtua harus menjelaskan soal seks pada anak. Jadi siapkan jawaban sejak sekarang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.