Kompas.com - 08/05/2017, 10:12 WIB
Trail run atau lari lintas alam jacoblundTrail run atau lari lintas alam
|
EditorLusia Kus Anna

LOMBOK, KOMPAS.com - Lari di gunung atau “trail running” bukan sekadar lari biasa. Bagi Anda yang ingin mencoba, perlu persiapan matang. Sebab, bila tak ada persiapan tak tertutup kemungkinan akan mengalami cedera.

Fandhi Achmad, atlet trail running Indonesia mengatakan, perlu latihan serius untuk menggeluti trail running. Apalagi untuk mengikuti lomba lari kategori ekstrem ini.

Fandhi menyarankan agar memperbanyak latihan lari di gunung untuk beradaptasi dengan medan atau arena outdoor. Selain lari di gunung, pelari juga harus latihan fleksibilitas. Jenis latihan ini merupakan gerakan dasar, seperti peregangan otot.

Peregangan kerap kali disepelekan, padahal memiliki manfaat penting. Apalagi untuk olahraga ekstrem yang rentan cedera, latihan fleksibilitas wajib dilakukan.

“Biasanya latihannya hanya lari saja, padahal selain lari harusnya diimbangi dengan latihan lain, relaksasi seperti renang, latihan fleksibilitas, kemudian latihan penguatan otot-otot,” kata juara lari lintas alam kategori 100 kilometer di Rinjani 100 ini kepada Kompas Lifestyle di Desa Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (7/5/2017).

jacoblund Berlari di medan yang menanjak
Selain latihan, para trail runner juga perlu menyiapkan perlengkapan. Fandhi mengatakan perlengkapan lari lintas alam tak serupa dengan road running atau biasa disebut lari marathon.

Perbedaannya mulai dari sepatu yang wajib memiliki grip di bagian bawah sepatu untuk mengantisipasi medan yang berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk lari di tanah, lumpur dan berbatu kalau pakai sepatu road running yang flat biasanya lebih licin dan tak bisa menapak,” ujar Fandhi.

Untuk pakaian diperlukan jenis baju lari yang hangat. Sebab, untuk trail running, terutama di gunung, salah satu tantangannya adalah cuaca dingin.

Kemudian, peserta trail running juga memerlukan tas seperti rompi. Tas itu berisi makanan, head lamp, jaket, dan obat-obatan. Isi dari tas itu memiliki fungsi vital, misalnya energy bar untuk sumber energi, senter untuk dipakai di malam hari, jaket untuk menahan hujan dan dingin, serta obat-obatan sebagai antisipasi saat cedera.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.