Kompas.com - 12/05/2017, 14:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan performa terbaik, latihan olahraga memang harus dilakukan rutin. Tapi, bukan berarti Anda melupakan waktu jeda. Mengambil waktu istirahat ternyata memiliki banyak manfaat.

Agar manfaat olahraga tercapai, yakni menurunkan risiko penyakit dan meningkatkan kebugaran, sebaiknya olahraga jangan dilakukan berlebihan.

Olahraga dengan intensitas tinggi setiap hari bisa membuat kita kelelahan dan cedera otot.

Latihan olahraga yang terlalu keras juga meningkatkan level inflamasi di tubuh. Hal ini dapat memicu tingginya kadar sclerostin (SOST), protein yang mengganggu formasi tulang baru.

Dalam penelitian terbaru terungkap, istirahat yang cukup dari olahraga sangat bagus untuk kesehatan tulang.

Peneliti dari Kanada melakukan perbandingan analisa contoh darah dari 15 atlet dayung elit selama latihan intensif yang dilakukan menjelang Olimpiade. Biasanya latihan itu berlangsung 18 minggu. Hasil darah itu dibandingkan dengan ketika atlet itu melakukan minggu pemulihan, yakni istirahat latihan.

Ternyata, di masa latihan intensif, terjadi penurunan signifikan pada kadar osteoprotegrin (OPG) atau protein yang melindungi hilangnya massa tulang. Selain itu, kadar SOST juga tinggi, jiga dibandingkan dengan periode latihan ringan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu peneliti Panagiota Kentrou mengatakan, walau penelitian itu dilakukan pada atlet wanita, tapi pada pria pun hasilnya kurang lebih sama.

Lantas, bagaimana dengan olahraga angkat beban? Kentrou mengatakan, latihan dengan beban yang berat seharusnya tidak dilakukan setiap hari.

"Olahraga adalah cara yang baik untuk menguatkan tulang, tetapi jika Anda angkat beban setiap hari, tanpa sadar sebenarnya kita merusak tulang," katanya.

Bila hal itu terjadi sejak berusia muda, maka risiko menderita penyakit kerapuhan tulang (osteoporisis) akan lebih besar di usia tua. Risiko patah tulang saat jatuh pun menjadi lebih besar.

Hari jeda

Tony Gentilcore, pelatih kebugaran mengatakan, jika ingin membuat otot lebih besar dan kuat, melakukan jeda latihan sangatlah penting.

"Ini karena saat kita mengangkat beban, bisa terjadi kerusakan mikro di jaringan otot. Mengambil jeda untuk istirahat berarti memberi waktu bagi otot untuk pulih dari kerusakan,' kata Gentilcore.

Ia menyebut, banyak pria yang terjebak dengan mitos dan mengira olahraga haruslah berat. "Ambil satu hari istirahat atau melakukan pemulihan aktif dengan cara berjalan kaki atau lakukan latihan sirkuit singkat. Ini akan membuat tubuh tetap bergerak meski otot istirahat," ujarnya.

Selain itu, setelah melakukan latihan intensif selama 4-8 minggu, lakukan minggu istirahat sehingga tubuh akan kembali kuat setelahnya. Minggu istirahat itu haruslah benar-benar istirahat tak berolahraga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.