Ikut Komunitas Outdoor Ini Bisa Kurangi Anak Bermain Gadget - Kompas.com

Ikut Komunitas Outdoor Ini Bisa Kurangi Anak Bermain Gadget

Kompas.com - 13/05/2017, 07:14 WIB
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Berbagai macam produk-produk aktivitas alam bebas dijual pada acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (12/5/2017). Festival kegiatan alam bebas ini akan berlangsung hingga 14 mei mendatang dengan berbagai kegiatan seperti bazaar, talkshow, workshop, permainan ketangkasan dan kegiatan menarik lainnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Era serba teknologi ini kerap membuat anak tak mau lepas dari gadgetnya. Kondisi tersebut menjadi suatu kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Namun, ada beberapa cara membuat anak lupa dengan gadget, salah satunya melalui Komunitas Kemah Keluarga Indonesia.

Anda bisa membawa keluarga Anda untuk merasakan nuansa alam dengan berkemah dan menjauhkan anak dari ponsel, tablet dan gadget lain. Jika sudah berada di suatu lokasi kemah, umumnya sinyal handphone tidak ada, sehingga secara otomatis anak akan bosan dan meninggalkan gadgetnya.

Pengurus Komunitas Kemah Keluarga Indonesia, Yuli Wahyono mengatakan, keluarga akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk saling berbagi terutama dengan orang-orang baru.

Saat berada di Komunitas Kemah Keluarga Indonesia, anak maupun orang tua akan diajarkan cara berkemah yang baik dan benar, mulai dari persiapan alat-alat hingga bekal yang harus dibawa.

"Kita di sini tidak mewajibkan setiap keluarga punya alat-alat kemah lengkap, kita akan membantu. Selain itu ada juga yang disewakan setiap anggota, ya saling membantu lah," kata Yuli.

Menurut Yuli, peralatan yang wajib dimiliki atau disewa adalah tenda dan peralatan memasak. Karena, di setiap kegiatan yang dilakukan komunitas akan ada momen dimana setiap keluarga memasak dan makan bersama atau disebut dengan "Liwet Bareng".

"Kita ada namanya liwet bareng, ada dapur umum kalau ada keluarga yang belum bisa masak juga," tutur Yuli.

Keseruan yang diciptakan di lokasi kemah seperti permainan tradisional anak congklak, egrang, dan permainan tradisional lainnya akan mengalihkan perhatian anak dari gadget. Selain itu juga orang tua bisa mengenang kembali permainan-permainan semasa kecilnya.

"Di lokasi kemah itu meminimalisir penggunaan gadget, karena minim sinyal, jadi anak lebih punya waktu banyak dengan orang tuanya. Main congklak, bakiak dan lainnya," ucap Yuli.

Dalam waktu dekat, Komunitas Kemah Keluarga Indonesia akan menggelar acara di Rancaupas Ciwidey Bandung Jawa Barat. Keluarga yang ingin turut serta dipersilahkan bergabung tanpa harus membayar iuran keanggotaan. Kalaupun ada pemungutan uang, hal tersebut tidak lebih dari sekadar patungan untuk menyewa lahan perkemahan.

"Kopdar di Rancaupas Ciwidey Bandung. Manfaatnya mendapatkan quality time bersama keluarga, mengajarkan anak mandiri, dan mengenalkan anak dengan alam," ucap Yuli.

Yuli pun menuturkan, di komunitas yang dibentuk pada 2015 lalu ini, anggotanya tidak dikenakan iuran apapun. Sehingga bagi siapa saja yang ingin ikut bergabung, tidak akan dikenakan biaya.

Awalnya, anggota Komunitas Kemah Keluarga Indonesia ini hanya berjumlah 20 keluarga. Namun, seiring berjalannya waktu anggotanya terus bertambah, dan kini sudah melebihi 500 keluarga. Untuk keluarga yang ingin bergabung dan mendapatkan informasi lebih lanjut bisa menyambangi laman facebook Komunitas Kemah Keluarga Indonesia.


EditorWisnubrata


Close Ads X