Kompas.com - 13/05/2017, 08:12 WIB
Salah satu pengunjung sedang mencoba cairan (liquid e-juice) di The Colony Vape Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (25/8/2016). Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok. RADITYO HERDIANTOSalah satu pengunjung sedang mencoba cairan (liquid e-juice) di The Colony Vape Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (25/8/2016). Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok.
|
EditorWisnubrata

TANGERANG, KOMPAS.com - Kerap terganggu dengan uap vape atau rokok elektrik? Bisa jadi pengguna vape itu tak beretika. Sebab, bagi pengguna vape, ada etika yang seharusnya dilakukan, meskipun tidak tertulis dalam buku.

“Kita sebagai vapers (pengguna vape) harus menjaga norma kesopanan juga, ketika kita merokok di tempat umum atau vapping di tempat umum,” kata Pemilik toko vape Vappening, Egy Pranata Asprian kepada Kompas Lifestyle di Tangerang, Jumat (12/5/2017).

Pengguna vape, kata Egy, harus lebih dulu melihat sekeliling sebelum vapping. Tujuannya untuk melihat apakah ada anak kecil atau uap yang dihasilkan akan menggangu orang sekitar atau tidak. Kemudian, saat berbicara tatap muka dengan seseorang, maka vaper tak boleh menghembuskan uap langsung ke depan.

“Buang uap tersebut ke bawah atau ke samping,” kata dia.

KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA vape atau rokok elektrik
Saat hendak membuang ke kanan atau kiri, pastikan orang sekitar juga tak terganggu. Sebab, uap vape cenderung lebih banyak dari rokok. Apalagi tidak semua orang paham soal uap vape. Tak sedikit orang yang mengganggap uap vape berbahaya.

“Maka dari itu kita juga harus jaga norma kesopanan, etika dan harus menghargai lah dan menghormati orang sekitar, buang uap jangan sembarangan,” kata dia.

Adapun soal tempat khusus, Egy mengatakan, satu-satunya tempat khusus adalah vape shop atau toko vape. Di situ para vaper bebas menghembuskan uap tanpa khawatir akan menggangu orang sekitar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dan mereka biasa buat komunitas sendiri berkumpul di mana dan notabene mereka vapping di situ, mereka booking di situ dan uap mereka gak mengganggu,” ujar Egy. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.