Kompas.com - 18/05/2017, 22:02 WIB
Aplikasi GoodHomes KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAAplikasi GoodHomes
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com -Bisnis jasa berbasis aplikasi online saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota besar. Sebut saja Gojek, Grab, Uber yang banyak digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Umumnya, masyarakat menggunakan aplikasi tersebut untuk antar jemput, jasa kirim barang sampai jasa bersih-bersih rumah.

Kini layanan serupa itu akan bertambah dengan hadirnya GoodHomes. Bedanya, jika Gojek CS tidak mematok siapa saja penggunanya, GoodHomes lebih menyasar masyarakat kelas menengah ke atas atau premium.

"Area kami mulai dari kawasan sekitar Jakarta Selatan, servis ini kami mulai dengan Jakarta dulu," kata Founder & Chief Executive Officer GoodHomes, Inggrid Manangka saat meluncurkan aplikasi GoodHomes di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Yang membedakan GoodHomes dengan aplikasi lainnya adalah adanya Personal Family Assistant (PFA) yang akan menjawab kebutuhan konsumen saat menggunakan aplikasi tersebut.

Asisten profesional ini berfungsi membantu tugas-tugas yang berkaitan dengan rumah tangga sehari-hari. Misalnya, berbelanja kebutuhan rumah tangga (Good2Shop), layanan transportasi singkat (Good2Go), layanan pengantaran ke bandara (Good2Airport), membersihkan rumah, atau memesan tukang (Good2Huiz).

Melalui layanan digital ini, GoodHomes ingin membantu meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta, baik yang sudah berkeluarga maupun yang masih lajang. Dia ingin warga Jakarta memiliki lebih banya waktu untuk kegitan menyenangkan seperti berkumpul bersama keluarga, beristirahat, bermain atau bercengkerama bersama teman-teman.

"Kita lebih mengutamakan kualitas dan servis. Layanan kami sangat berbeda, ada PFA yang dedicated pada 1 keluarga atau 1 member. Layanan akan dipastikan oleh seorang PFA untuk kemudahan jasa yang didapatkan," tutur Inggrid.

Inggrid mencontohkan, untuk menggunakan fasilitas Good2Airport dari kawasan Jakarta Selatan sampai ke Bandara Soekarno-Hatta, pengguna aplikasi akan dikenakan biaya sebesar Rp 400.000 sampai Rp 500.000. Cukup mahal memang, namun harga tersebut sesuai dengan kendaraan yang digunakan.

Dalam layanan Good2Airport, konsumen bisa memilih sendiri driver maupun mobil yang akan digunakan. Pihaknya mempersiapkan driver yang mampu berbahasa Inggris dengan fasih, mobilnya pun dapat dipilih mulai dari Kijang Inova, Alphard, Mercedes maupun Camry.

"Supir dan mobil bisa dipilih, bahkan untuk supir ada yang dipersiapkan untuk bisa berkomunikasi bahasa Inggris. Kami sangat selektif merekrut karyawan, karena kami ingin lebih memberikan pelayanan yang maksimal ke member," pungkas Inggrid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.