Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/05/2017, 13:00 WIB
Lusia Kus Anna

Penulis

KOMPAS.com - Perubahan kulit seiring bertambahnya usia kini tak perlu jadi momok menakutkan. Dunia kecantikan menawarkan solusi koreksi wajah secara instan tanpa harus melakukan bedah plastik.

Pada saat penuaan berlangsung, kulit merupakan bagian tubuh yang paling nyata terlihat perubahannya. Garis-garis kerutan muncul di dahi atau sudut mata, mata menjadi cekung, serta pipi menjadi kempot, merupakan ciri dari wajah yang mengalami penuaan.

Menurut ahli estetika dr.Kevin A.Maharis,BmedSc Dip.Dermatology, pipi yang menjadi kempot serta kendur (saggy) salah satu penyebabnya adalah kurangnya kolagen pada kulit.

"Pipi yang kempot itu juga bisa karena kurang bantalan lemak. Semakin tua, lemak di bagian tubuh lain memang bertambah, tapi di bagian wajah akan berkurang. Muka pun akan terlihat kopong," papar dokter Kevin.

Perawatan wajah yang lebih advance akan menunjukkan manfaatnya di masa-masa ini. Salah satunya adalah dengan melakukan injeksi filler.

Dokter Kevin menjelaskan, filler yang aman digunakan terbuat dari partikel asam hialuronat (Hyaluronic acid) yang merupakan komponen kulit yang secara alami terdapat di dalam tubuh.

"Hyaluronic acid ini secara alami ada di tubuh kita, misalnya saja di mata, di sendi-sendi tulang dan pastinya banyak di kulit juga. Yang memberi kulit kita bantalan selain kolagen adalah hyaluronic acid ini," papar pemilik Maharis Clinic yang berlokasi di Jalan Malabar Jakarta ini.

Ia menuturkan, filler berbentuk gel, setengah cair dan padat yang dapat disuntikkan ke area yang dibutuhkan. Setidaknya ada tiga fungsi utama filler, yakni anti-penuaan, peremajaan, dan koreksi wajah seperti menambah tulang pipi, hidung maupun dagu.

Suntikan filler dianggap sebagai cara paling cepat untuk mengisi volume wajah yang "kosong" dan mempertahankan elastisitas kulit.

Kompas.com/Lusia Kus Anna Ahli dermatologi dr.Kevin Maharis.
"Bisa untuk menghilangkan kantung mata, membuat pipi yang turun jadi kencang lagi, bibir yang menawan hingga membuat dagu yang lebih terdefinisi. Semakin tua, tulang juga berubah posisi sehingga dagu akan sedikit lebih masuk. Wajah pun terlihat lebih pendek. Ini bisa dikoreksi dengan filler," tutur dokter yang mengambil studi dermatologi di Inggris ini.

Dokter Kevin menambahkan, suntikan filler juga menjadi pilihan orang yang ingin membuat muka lebih tirus. Pada pria, suntikan ini juga efektif membuat rahang wajah lebih terdefinisi dan kesan maskulin.

Efek akumulasi

Tak cuma meremajakan kulit dan mengoreksi kekurangan wajah, filler juga relatif lebih aman dibandingkan dengan operasi plastik.

Walau jarang, tetapi efek samping yang mungkin timbul dari suntikan filler adalah warna kebiruan di area suntikan atau partikel filler mengenai pembuluh darah dan menyebabkan jaringan iskemi atau kekurangan oksigen yang harus segera ditangani.

"Bila itu terjadi langsung terlihat karena kulit tampak pucat. Fillernya bisa langsung dicairkan. Ini kelebihan dari produk yang bagus. Setelah dicairkan di dalam tubuh akan berubah jadi air dan secara alami dikeluarkan oleh tubuh," kata dokter Kevin.

Menurut dia, hasil dari suntikan filler bisa bertahan sekitar satu tahun. Meski begitu, ada efek akumulasi dari suntikan ini.

"Ada efek semi permanennya, yaitu menstimulasi kolagen. Walau filler-nya hilang, tapi kolagen alamiah di bagian wajah itu akan lebih padatl. Jadi suntikan ini punya efek nutritif dalam jangka panjang," paparnya.

Kebutuhan suntikan filler akan disesuaikan dengan keluhan pasien. Dokter Kevin menjelaskan, dalam satu cc suntikan filler terdapat sekitar tiga perempat sendok makan asam hialuronat.

"Kalau pada pasien yang masih muda satu cc sudah cukup. Tapi kalau sudah berusia butuh sekitar tiga sampai enam cc karena penuaan terjadi pada wajah terjadi secara global, ada di dahi sampai dagu, sehingga penanganannyapun harus menyeluruh" ujarnya.

Harga satu cc filler sekitar 8 juta rupiah. Dalam satu kali pengerjaan yang memakan waktu kurang lebih 30 menit, dokter Kevin mengatakan hasilnya sudah akan terlihat.

Jika ternyata hasilnya tidak sesuai harapan atau ada efek sampingnya, filler juga dapat dicairkan dengan cairan khusus. "Ini kelebihannya produk filler yang premium, bersifat reversible. Kalau bedah plastik kan tidak mungkin di reverse apabila hasil tidak sesuai dengan kehendak," imbuhnya.

Namun, dibanding bedah plastik yang hasilnya dapat dikatakan permanen, filler hanya bertahan kurang lebih satu tahun. "Dalam satu tahun harus diulang lagi suntikannya. Nanti kita teliti bagian mana yang perlu di-touch up," katanya.

Bila Anda tertarik melakukan tindakan ini, dokter Kevin menyarankan agar dilakukan pada dokter yang berkompeten.

"Sebagai pasien kita harus kritis. Jangan hanya melihat kalau harga mahal pasti bagus dan eksklusif. Pasien juga berhak bertanya nama obat dan dosis yang dipakai," katanya.

Hal itu untuk menghindari oknum yang menggunakan silikon cair. "Walau sudah dilarang pemerintah, masih ada yang nakal mengaku sebagai filler padahal silikon cair," pungkasnya.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com