Kompas.com - 21/05/2017, 12:31 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Peran jender dalam rumahtangga secara perlahan mengalami perubahan. Studi secara global di 22 negara mengungkapkan, banyak orang percaya pria seharusnya diberikan tugas lebih dan tidak hanya sebagai tulang punggung keluarga. Selain itu, wanita juga menginginkan tanggung jawab lebih dalam keluarga.

Studi baru yang dilaporkan oleh Reuters menuliskan bahwa 70 persen responden pria dan wanita sepakat pria semestinya diberikan tanggung jawab lebih besar dalam mengurus anak dan rumahtangga.

Responden yang setuju bahwa pria harus mengambil peran lebih banyak dalam mengurus keluarga kebanyakan berasal dari India, Argentina, dan Indonesia.

Responden Rusia justru tidak setuju terhadap pandangan tersebut.

Sementara itu, sebanyak 60 persen responden percaya bahwa peran wanita harus lebih signifikan dalam keluarga ketimbang hanya sebagai ibu dan istri yang baik.

Responden dari Indonesia, Rusia, dan India justru lebih setuju pada ide bahwa peran ibu mestinya lebih banyak di rumah.

Berdasarkan United Nation’s The World’s Women 2015 Statistics, jam kerja wanita ketika digabungkan antara pekerjaan di kantor dan di rumah ternyata lebih lama ketimbang pria.

Statistik itu menjelaskan bahwa wanita dari negara berkembang justru bekerja 50 menit lebih lama ketimbang pria.

“Opini dunia berlainan terhadap mayoritas peran wanita. Kebanyakan  tidak setuju bahwa wanita tempatnya hanya di rumah dan mengurus anak,” jelas Claire Emes, seorang senior director dari Ipsos MORI.

Dia menambahkan bahwa pertarungan antara waktu kerja dan tanggung jawab keluarga masih menjadi tantangan bagi wanita karier.

Sebanyak 18.000 responden berusia dewasa dari negara-negara yang berbeda turut menyuarakan pendapat masing-masing dalam studi global ini.

Studi juga melihat bahwa keseteraan jender dan peran dalam keluarga masih menjadi isu besar di negara-negara berkembang.

Pemerintahan negara-negara di Eropa, menurut studi, sudah mempromosikan waktu mengurus keluarga untuk para pria.

Norwegia meminta pria menyediakan 36 minggu dalam setahun untuk keluarga, Swedia 68 minggu, Belanda, Jerman, dan Inggris 52 minggu.

Seruan tersebut berasal dari laporan studi University of Florida. Anak-anak yang tumbuh dengan ayah yang banyak terlibat pada keluarga dan tugas rumahtangga tumbuh dengan perilaku yang lebih baik, tidak terlibat tindakan kriminalitas, dan cenderung menuruti aturan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.