Sepeda Apa yang Cocok Untuk Anda?

Kompas.com - 22/05/2017, 11:20 WIB
Bersepeda di kota bernardbodoBersepeda di kota
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

You can’t buy happiness, but you can buy a bike and that’s pretty close

Kita tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi kita bisa membeli sepeda, dan itu adalah sesuatu yang mirip. Namun yang menjadi pertanyaan, sepeda seperti apakah yang sebaiknya kita beli?

Saat ini sepeda sudah berevolusi sedemikian rupa, sehingga bukan sekedar frame, roda, stang, dan pedal. Para pesepeda bersama peneliti, ahli mekanik, dan pabrikan telah mengembangkan jenis-jenis sepeda sehingga masing-masing terasa lebih nyaman dipakai di medan dan jalur yang berbeda. Oleh karenanya pertanyaan pertama saat kita akan membeli sepeda adalah: Akan dipakai di manakah sepeda itu?

“Setiap jenis sepeda memiliki spesifikasi dan peruntukan masing- masing. Beberapa jenis sepeda dikategorikan berdasarkan karakteristik medan yang dilalui,” ujar Shadrina Izzati, marketing Polygon Bikes Indonesia.

Mereka yang berniat memakainya di medan offroad, jalan berbatu, dan lintas alam akan lebih cocok menggunakan sepeda gunung. Umumnya sepeda ini memiliki ban lebih besar dan lebar serta dilengkapi shock. Bentuk framenya pun disesuaikan agar pengendaranya bisa bermanuver dengan mudah.

Sementara bila Anda ingin memakainya di jalan dengan aspal yang halus, pilihannya adalah road bike. Sepeda ini juga dikenal sebagai sepeda balap, dengan frame ringan dan ban halus. Bentuk frame road bike umumnya membuat pemakainya menunduk saat bersepeda untuk mengurangi hambatan angin.

Baca juga: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Berhenti Olahraga

 

Ryan McVay Sepeda balap
Nah bila rute Anda adalah (urban) perkotaan dengan berbagai jenis permukaan, misalnya aspal, conblock, dan jalur dengan rintangan ringan, maka hybrid bike menjadi salah satu pilihan. Hybrid bike adalah persilangan antara sepeda gunung dengan sepeda road. Sepeda hybrid biasanya memiliki ban lebih tebal daripada sepeda balap, dan geometri frame yang membuat Anda tidak terlalu menunduk saat mengendarainya.

Untuk wilayah perkotaan, Anda juga bisa menggunakan sepeda lipat untuk kepraktisan atau sepeda komuter (citybike) yang didesain untuk kenyamanan bersepeda di lingkungan urban.

Bagi mereka yang ingin menggunakan sepedanya untuk aksi-aksi menghadapi rintangan, seperti melompat dan atraksi lain, sepeda yang cocok adalah jenis BMX dan Dirtjump. Bentuk Dirtjump mirip sepeda BMX hanya ukurannya lebih besar.

Sedangkan mereka yang ingin bertualang dengan sepeda dan menempuh jarak jauh, touring bike adalah pilihannya. Sepeda ini dirancang agar kuat membawa beban berat, nyaman dikendarai dalam waktu lama, dan memungkinkan pengendaranya berganti posisi, misalnya antara sedikit membungkuk atau tegak.

Setelah memutuskan di mana Anda akan bersepeda, langkah kedua adalah memahami sepeda seperti apa yang diinginkan dan dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersepeda itu. “Tujuan bersepeda bisa berupa keinginan berolah raga teratur, bike to work, bersepeda santai, bersepeda jarak jauh dan lain sebagainya,” ujar Shadrina.

Bila Anda bersepeda untuk ke kantor dan ada sebagian perjalanan di mana Anda harus naik kereta komuter, misalnya, maka sepeda lipat akan banyak berguna. Atau bila Anda bersepeda sekedar ingin berkeringat sedikit di sekitar kompleks perumahan, maka Anda tidak perlu membeli sepeda balap atau sepeda gunung jenis downhill.

Baca juga: Rahasia Bugar untuk Ayah yang Baru Memiliki Bayi

 

Thomas Northcut Sepeda gunung
Menurut daftar dari Polygon Bikes Indonesia, selain kegunaan di atas, ada beberapa tipe sepeda yang bisa menjadi pertimbangan sesuai medannya. Tipe itu adalah:

Gravity : sepeda gunung (MTB) yang didesain untuk olahraga menuruni gunung (downhill) dengan kecepatan tinggi.

Trail : sepeda gunung (MTB) yang digunakan untuk menjelajah medan offroad khususnya terjal dan berbatu. Terdapat dua varian yaitu dengan suspensi tengah (full suspension) dan tanpa suspensi tengah (hard tail).

Enduro : sepeda gunung (MTB ) yang didesain untuk menjelajah medan-medan offroad yang cukup ekstrem di pegunungan atau di luar perkotaan.

XC Race : sepeda gunung (MTB) yang didesain khusus untuk medan crosscountry dengan frame yang ringan dan mengutamakan kecepatan dalam berkendara. Tersedia dalam dua varian yaitu dengan suspensi tengah dan tanpa suspensi tengah

XC Sport : sepeda gunung (MTB) yang didesain mengikuti XC race dengan harga yang lebih terjangkau dan tetap tangguh untk menjelajah medan cross country.

Leisure : sepeda gunung (MTB) yang didesain dengan posisi duduk yang lebih tegak demi kenyamanan berkendara. Sepeda ini dapat digunanakan multifungsi baik di offroad maupun perkotaan.

Women MTB: sepeda gunung (MTB) yang didesain khusus untuk pengendara wanita dengan berbagai kelebihan untuk memudahkan wanita, seperti jangkauan kemudi yang lebih dekat, desain yang memudahkan naik turun sepeda, serta kontrol kendali yang aman untuk wanita.

Baca juga: Seperti Apakah Tubuh yang Sehat Itu?

 

Ingram Publishing sepeda lipat
Race: sepeda balap (road race) yang didesain khusus untuk performance tinggi pada kecepatan saat kompetisi. Kokoh, ringan dan responsif untuk para pecinta kecepatan.

Endurance: sepeda balap (road race) yang didesain khusus dengan posisi duduk yang lebih tegak untuk meningkatkan kenyamanan saat melakukan perjalanan yang lebih jauh dalam touring atau sekedar melatih endurance.

Flatbar : sepeda balap (road race ) yang didesain khusus dengan handlebar yang lurus agar posisi berkendara dapat lebih tegak untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

Hybrid : sepeda khusus yang didesain dengan geometri frame sepeda gunung (MTB) tetapi dengan roda ukuran 700C seperti pada sepeda balap (road race). Sepeda ini menawarkan pengalaman baru berkendara di perkotaan dengan kenyamanan dan kecepatan yang sesuai dengan medannya.

Speed Utility bike (SUB) : sepeda untuk perkotaan yang gaya dan minim perawatan. Dilengkapi dengan belt sebagai pengganti rantai serta internal gear akan mengurangi kebisingan saat berkendara.

City : sepeda yang paling banyak digunakan di perkotaan atau perumahan. Dengan kelengkapan seperti keranjang, lampu, dan boncengan belakang.

Baca juga: Sudah Hidup Sehat, Kok Masih Gampang Sakit?

 

Huntstock sepeda tandem
Tandem : sepeda yang didesain khusus untuk dua pengendara sekaligus. Sangat cocok untuk bersepeda di taman rekreasi atau di sekitar perumahan bersama pasangan atau keluarga tercinta.

Folding : sepeda lipat yang praktis dan inovatif bagi yang bermobilitas tinggi. Dapat dilipat dan disimpan dalam space yang terbatas sehingga Anda bisa membawanya ke mana-mana.

Dirt Jump : sepeda yang didesain khusus untuk melakukan atraksi lompatan tinggi. Dilengkapi dengan frame yang kokoh untuk meredam benturan saat sepeda kembali menyentuh tanah.

Freestyle : sepeda BMX yang didesain khusus untuk melakukan atraksi di medan datar di sekitar rumah, jalanan atau bike park. Dilengkapi dengan frame dan fork yang kokoh serta rim double wall 20” untuk menghadapi tantangan.

BMX Race: sepeda BMX yang didesain khusus untuk balapan. Sepeda ini umumnya menggunakan material yang lebih ringan seperti aluminium.

Road (Youth bikes) : sepeda balap (road race) yang didesain khusus anak yang menjelang remaja dengan frame ringan dan roda 24 serta desain ruang kendali yang pas untuk stabilitas pengendalian dengan kecepatan tinggi.

MTB (Youth bikes) : sepeda gunung yang didesain khusus untuk anak menjelang remaja. Tersedia dalam ukuran 24” dan 20” sesuai tinggi badan anak.

Kids (Youth bikes) : sepeda pemula bagi anak-anak umur 5-6 tahun agar mulai mencintai sepeda.

Baca juga: Mengapa Orang yang Bugar Bisa Kena Serangan Jantung?

 

Cebas Sepeda touring
Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah memilih ukuran frame sepeda. Pengukuran ini dimaksudkan untuk menentukan ukuran yang pas agar nyaman dalam bersepeda. Frame terlalu besar atau terlalu kecil sangat tidak nyaman untuk dikendarai sehari-hari kecuali untuk kepentingan khusus misal freestyle, trial atau olahraga ekstrim.

Soal ukuran ini Anda bisa menanyakan ke toko sepedanya, atau dengan melihat tabel acuan ukuran untuk tinggi badan yang berbeda. Lebih baik lagi jika Anda bisa langsung mencoba sepedanya sebelum membeli untuk menentukan ukuran mana yang cocok.

Pertanyaan berikutnya, berapa dana yang Anda alokasikan untuk membeli sepeda? Saat ini harga sepeda sangat bervariasi, dari Rp 1,5 juta hingga lebih dari Rp 100 juta. Harga ini tentu menentukan kualitasnya, di antaranya bahan yang dipakai, group set dan wheel set-nya, suspensinya, serta kelengkapan lain.

Sepeda-sepeda untuk keperluan khusus seperti balapan, atau menuruni jalur gunung (downhill), all mountain, dan touring umumnya harganya lebih mahal, walaupun ada banyak pilihan harga. Artinya jenis sepeda akan mempengaruhi kantong Anda.

Dengan mengerti ke mana akan bersepeda, apa gaya yang Anda pilih saat bersepeda (balapan, cross country, atraksi, dll), dan bagaimana kita akan menggunakan sepeda itu, kita bisa membeli sepeda yang paling sesuai dengan kebutuhan kita.

Meski begitu, yang paling penting dalam bersepeda adalah niat dan kegembiraan Anda. Sepeda apapun akan membuat Anda lebih sehat bila Anda rutin mengendarainya.

Baca juga: Seri Terbaru Sepeda Polygon, Melibas Segala Medan

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X