Kompas.com - 31/05/2017, 10:45 WIB
Sepatu lari HalfpointSepatu lari
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Sepatu memiliki masa pakai sendiri. Meskipun pada sepatu tidak tertera  tanggal kadaluarsa seperti pada makanan, tak salah bila Anda melihat kondisi sepatu Anda untu memastikan ia masih layak pakai. Namun, kapan waktu yang tepat untuk mengganti sepatu lari?

Bila Anda bertanya kepada perusahaan besar, maka Anda akan diberikan estimasi jarak tempuh. Salah satu perusahaan sepatu lari di dunia, Brooks misalnya, menganjurkan Anda  mengganti sepatu bila sudah dipakai berlari sekitar 250 sampai 500 mil atau sekitar 400 kilometer - 800 kilometer.

Namun, tak ada bukti yang mendukung Anda harus mengganti sepatu lari sesuai dengan petunjuk produsen sepatu. Pelatih dan pelari profesional, Kyle Kranz, mengaku tidak mengikuti aturan perusahaan sepatu untuk mengganti sepatu lari berdasarkan jarak tempuh.

"Aturan saya lebih mudah diikuti dan jauh lebih ekonomis: Jika sepatu Anda mengelupas atau ada bagian yang terlepas atau kaki Anda terasa menyentuh sol bawah, inilah saatnya beli sepasang sepatu baru,” kata Kranz yang biasanya mengalami kerusakan sepatu setelah menempuh jarak antara 800 dan 1.500 mil (1.300 hingga 2.400 km)

Oleh karena itu, umur sepatu memang tergantung pada pelari itu sendiri. Pelatih lari profesional, Debbie Woodruff, mengatakan orang yang memiliki berat badan lebih besar biasanya lebih cepat mengganti sepatu karena berat mereka membuat lapisan busa di bagian dalam sepatu cepat menipis.

heatheralvis Sepatu lari yang sudah tidak nyaman dipakai
Penelitian pada tahun 2011 yang dipublikasikan Footwear Science, menemukan bahwa sepatu yang berkualitas baik akan tetap memiliki bantalan empuk dan stabilitas walau sudah dipakai lebih dari 1.000 kilometer. Artinya masa pakai sepatu yang bagus mestinya lebih tinggi dari 1.000 kilometer pemakaian.

Anda juga tak perlu khawatir soal sepatu tua yang dianggap akan membuat Anda cedera, sebab tak ada bukti kuat untuk pernyataan tersebut. Sebuah artikel tahun 2003 yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine menyebut korelasi antara usia sepatu dan cedera saat berlari, namun tidak menunjukkan adanya penyebab yang jelas, karena tidak memasukkan faktor cedera sebelumnya dan pengalaman berlari responden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tentu pernyataan tersebut bukan berarti Anda hanya perlu membeli sepasang sepatu untuk seumur hidup. Anda harus mengganti sepatu saat sepatu Anda mulai tak nyaman dipakai. Periset Kinesiologi dari University of Calgary, menyebutkan dalam sebuah riset tahun 2015 bahwa "filter kenyamanan" pelari adalah cara terbaik untuk memilih sepatu yang mendukung rute berlari dan mengurangi kemungkinan cedera.

Jadi daripada Anda berpikir soal berapa jarak yang telah Anda tempuh, atau berapa umur sepatu, Anda lebih baik meluangkan waktu setiap kali Anda memakai sepatu untuk bertanya pada diri sendiri, "Apakah ini masih terasa nyaman?"

Jika jawabannya tidak, atau Anda tidak yakin, mungkin saatnya menuju ke toko olahraga untuk membeli sepasang sepatu baru.

Baca: Bagaimana Memilih Sepatu Lari yang Tepat?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.