Kompas.com - 31/05/2017, 11:16 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tidur cukup dan berkualitas sama pentingnya dengan makanan bernutrisi bagi kesehatan. Namun, tak semua orang bisa tidur cukup selama tujuh jam dalam satu hari. Apalagi mereka yang memiliki pekerjaan tertentu.

Dilansir dari Reader’s Digest, Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) meriset berapa banyak karyawan yang sulit mencapai tidur tujuh jam setiap malam. Mereka mengambil sampel dari 179.621 orang pekerja untuk mengetahui jenis profesi yang mendukung waktu tidur ideal dengan yang tidak.

Pekerjaan sebagai operator peralatan komunikasi berada di urutan paling atas dalam hal masalah waktu tidur. 58 persen dari karyawan bidang ini mengaku tidak bisa tidur sampai tujuh jam per hari.

Di posisi kedua adalah karyawan transportasi (54 persen) dan karyawan di perusahaan transportasi kereta api (53 persen). Uniknya, pekerjaan yang paling cukup tidur adalah karyawan di bidang transportasi udara. Hanya 21 persen dari mereka yang mengaku tidak mendapatkan tujuh jam waktu tidur dalam satu hari.

Mengapa pekerjaan di bidang transportasi udara sebagian besar memiliki cukup tidur, sementara pekerjaan di bidang transportasi lain dan kereta malah termasuk yang buruk? The Federal Aviation and Administration melindungi pilot untuk terbang hanya 8-9 jam setiap kali.

Pembatasan tersebut bisa memberikan kesempatan bagi pilot untuk tidur lebih dari 7 jam setiap hari.

Dokter spesialis tidur dan penulis buku The Power of When, Michael Breus PhD, mengatakan pekerjaan dengan pembagian waktu atau shift merupakan jenis pekerjaan yang bisa menyebabkan masalah tidur .

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jam kerja yang tidak tetap itu membuat jam biologis menjadi kacau . "Tubuh tidak pernah benar-benar mengerti kapan seharusnya tidur," kata W. Christopher Winter, MD, pimpinan klinik tidur.

Winter mencontohkan, bila karyawan setelah bekerja shift siang hari dan kemudian beralih ke shift malam, memejamkan mata setelah bekerja adalah hal yang sulit dicapai. Akibatnya, mereka pun akan merasa kelelahan dan sulit produktif saat bekerja.

Dia menambahkan, kerja shift tak berarti bekerja sampai larut malam. Shift bisa berarti bekerja sampai 11 jam sehari, memiliki jadwal yang tidak konsisten, atau berganti waktu kerja setiap minggu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.