Kompas.com - 06/06/2017, 15:00 WIB
Anggrek Coelogyne marthae SEC Sierra yang langka dan hidup secara endemik di Indonesia. Dok Martha TilaarAnggrek Coelogyne marthae SEC Sierra yang langka dan hidup secara endemik di Indonesia.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara kedua setelah Brasil yang memiliki jenis anggrek terbanyak. Keindahan anggrek tersebut sudah diabadikan dalam prangko seri khusus kekayaan anggrek Indonesia yang mewakili 34 provinsi.

Salah satu anggrek, yakni Coelogyne marthae SEC Sierra adalah salah satu jenis anggrek baru dan langka yang hidup secara endemik di Indonesia.

Anggrek yang kebanyakan hidup di pulau Kalimantan ini dijadikan prangko khusus Souvenir Sheet dan diangkat menjadi Sampul Hari Pertama yang diluncurkan negara pada 18 Mei 2017, bertepatan dengan perayaan dua abad Kebun Raya Bogor.

Dr.Martha Tilaar yang namanya disematkan pada anggrek tersebut merasa bangga anggrek berwarna hijau kekuningan ini terpilih sebagai prangko khusus.

Ia mengharapkan penghargaan ini bisa menjadi awal untuk menggali potensi tersembunyi dari anggrek Coelogyne marthae SEC sierra.

"Anggrek termasuk tanaman asli Indonesia. Semoga kita bisa meniru Bangkok yang mengekspor anggrek ke seluruh dunia. Kami juga ingin terus berinovasi menciptakan produk kosmetik berbasis tanaman Indonesia," ujarnya dalam acara peluncuran Prangko Coelogyne Marthae di Jakarta (5/6/2017).

Komisioner PT Pos Indonesia, Harry Z Soeratin menjelaskan, anggrek dipilih sebagai seri prangko nasional karena memiliki penampilan yang cantik dan menjadi simbol persahabatan.

"Kepala negara kita juga bertukar anggrek dengan negara lain. Anggrek juga mewakili Indonesia. Kami sudah menerbitkan 34 prangko anggrek yang mewakili provinsi di Indonesia, tapi anggrek ke-35 yang dipilih sebagai prangko khusus adalah anggrek Coelogyne marthae," katanya.

Harry menambahkan, pada saat penyelanggaraan hari filateli dunia tanggal 3-6 Agustus 2017 di Bandung, prangko Coelogyne marthae akan diproduksi khusus oleh PT Pos Indonesia dengan material kayu dan dibuat dalam edisi terbatas untuk para kolektor filateli dunia.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X