French Crop, Gaya Rambut Pria yang Klasik dan Tak Ribet - Kompas.com

French Crop, Gaya Rambut Pria yang Klasik dan Tak Ribet

Kompas.com - 08/06/2017, 11:50 WIB
KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Tampak samping French Crop

TANGERANG, KOMPAS.com - Mengganti gaya rambut merupakan cara instan untuk tampil lebih segar dan beda. Bagi Anda yang menyukai gaya klasik, tapi tidak suka ribet untuk menata rambut setiap saat, bisa menjajal model satu ini, French Crop.

Gaya klasik French Crop menekankan pada rambut pendek dengan sisi samping dan belakang yang tipis, namun rambut di atas panjang. Gaya ini kembali ngetren di Eropa dan menjadi pilihan model rambut tahun 2017-2018. Potongan rambut ini juga tengah menjadi tren di kalangan selebritis pria.

“Ini cocok banget buat orang yang mobile, sering keluar dan enggak mau terlalu banyak pakai produk perawatan rambut, cuma hair spray dan pomade langsung jalan, bisa banget,” kata pemilik Grease & Glory Barbershop Adam Pramadina kepada Kompas Lifestyle di Tangerang, Rabu (7/6/2017).

KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Tampak depan French Crop
Adam menambahkan, French Crop bisa disebut juga Crop Chop, karena model rambut atas berantakan, sementara di sisi samping dan belakang menekankan ke gradasi, mulai dari agak tipis sampai sedikit tebal di bagian atas.

Permainan gradasi ini merupakan ciri khas gaya rambut French Crop. Sebab French Crop menekankan pada potongan rambut pendek tanpa menghabiskan seluruh sisi atau pun belakang.

Adam menambahkan, French Crop lebih cocok untuk rambut tipis dengan sedikit ikal. Sebab, jika terlalu lurus maka rambut depan akan mengembang saat kering.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tulang kepala. Orang Indonesia sendiri memiliki tulang kepala agak ke dalam, berbeda dengan orang Eropa yang memiliki struktur bulat. “Sehingga kurang menarik kalau dipotong French Crop. Tapi, bisa diakali dengan gradasi yang tidak terlalu tinggi,” kata dia. 

 


EditorLusia Kus Anna

Close Ads X