Kompas.com - 11/06/2017, 07:00 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Tuntutan kebutuhan rumahtangga terus meningkat dari waktu ke waktu. Alhasil, satu sumber penghasilan pun dinilai kurang mencukupi sehingga ayah dan ibu memutuskan untuk bekerja demi keluarga.

Namun, efek samping dari kondisi  ayah ibu bekerja setiap hari di luar rumah menciptakan ketidakseimbangan yang memengaruhi fase tumbuh kembang anak.

Seorang profesor di Ottawa’s Carleton University, Linda Duxbury, mengungkapkan bahwa ayah ibu yang bekerja mencari nafkah di kantor atau aktif berbisnis tidak memiliki kemewahan bisa mengatur waktu dengan fleksibel.

“Kebutuhan yang dicukupi sangat mendasar, bukan biaya liburan dan gaya hidup, melainkan makanan, pendidikan, pakaian, dan rumah,” jelas Duxbury.

Dia juga mengatakan bahwa dia tidak sepakat dengan anggapan bahwa ayah ibu bekerja supaya bisa menjalankan hidup berlebihan dan foya-foya.

Menurut dia, fakta yang dia peroleh dari sejumlah studi memperlihatkan, satu dari tiga rumahtangga bisa mengalami guncangan finansial yang serius apabila pemasukan keluarga hanya dari satu sumber penghasilan.

“Anda mungkin tidak menyadari, dua sumber penghasilan keluarga di mana ayah dan ibu bekerja zaman sekarang nilainya sama dengan satu pemasukan pada era 50-an,” imbuhnya.

Dahulu, kondisi keluarga yang ideal adalah ibu di rumah mengurus keluarga dan ayah bekerja mencari nafkah.

Situasi yang demikian, kata Duxbury, sulit untuk diimplementasikan untuk hari sekarang.

“Jangan heran jika melihat banyak ayah ibu yang diam-diam mengalami stres tinggi karena tuntutan hidup yang terus melonjak,” ungkapnya.

Orangtua yang berorientasi uang, jelas Duxbury, sebenarnya mendambakan kehidupan keluarga yang seimbang antara waktu kerja dan waktu bersama anak-anak.

“Keseimbangan waktu menjadi sesuatu yang sangat mahal ketimbang uang banyak,” pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.