Kompas.com - 23/06/2017, 17:00 WIB
Junior Rorimpandey atau lebih dikenal dengan Chef Juna berpose di Restoran Correlate, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Selama 13 tahun menjadi chef di Amerika, Juna mempelajari berbagai masakan khas sejumlah negara, kini penikmat kuliner dapat menikmati langsung hidangan kreasinya di restoran terbaru miliknya, Correlate. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELJunior Rorimpandey atau lebih dikenal dengan Chef Juna berpose di Restoran Correlate, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Selama 13 tahun menjadi chef di Amerika, Juna mempelajari berbagai masakan khas sejumlah negara, kini penikmat kuliner dapat menikmati langsung hidangan kreasinya di restoran terbaru miliknya, Correlate.
|
EditorLusia Kus Anna

Selain sosoknya yang tinggi, tampan dan bertato, Chef Juna lebih dikenal orang karena tampangnya yang serius, galak, dan ucapan-ucapannya yang ketus ketika menjadi juri Master Chef Indonesia.

Namun, pria yang memiliki nama lengkap Junior Rorimpandey ini memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya memperlakukan peserta lomba masak seperti itu.

"Kenapa saya seperti itu, 13 tahun perjuangan saya di Amerika buat dapet gelar chef itu dengan usaha yang jungkir balik. Nah, di Master Chef masak-masak 3 bulan terus pemenang dapat Rp 300 juta dengan gelar master chef. Serius enggak boleh dikerasin?" kata Juna saat diwawancarai Kompas Lifestyle di restoran terbarunya Corellate.

Menurut Juna, untuk memiliki keahlian tertentu diperlukan usaha yang ulet dan mental yang kuat. Jika tidak, gelar chef yang didapat secara instan hanya akan merusak industri kuliner yang ada.

"Saya tidak ingin industri ini didapat dengan cara instan yang selanjutnya orang tersebut malah menjadi banci kamera. Terbukti, kan, pemenang-pemenang di Master Chef cukup sukses, tapi yang seri 1 dan 2 di mana saya jadi jurinya," katanya.

Sikap keras dan dispilin itu menurutnya justru menguntungkan para peserta. Selain ilmu yang didapat, mental yang kuat pun akan terbentuk dengan sendirinya ketika menghadapi masalah.

"Mereka yang setelah keluar dari Master Chef apalagi menang, entah itu nantinya bisnis apapun atau membuka restoran orang akan kenal, popularitas sudah mereka kantongi, kesempatan terbuka lebar, masa tidak boleh dikerasin sedikit," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, perlombaan memasak yang dilakukan televisi-televisi swasta termasuk dalam perlombaan yang sangat enak untuk diikuti. Karena pada saat ikut perlombaan, peserta mendapatkan bayaran per episode dan mendapatkan popularitas.

Berbeda dengan perlombaan masak yang digelar di luar negeri. Mereka betul-betul menanggalkan atribut maupun kehidupan pribadi mereka untuk menjalani karantina.

Terkait dengan perlakukan Juna tersebut, rupanya para chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association justru berterimakasih kepada Juna karena telah membuka mata awam tentang kerasnya menjadi chef.

"Pernah ada satu jamuan para chef-chef senior dari seluruh Indonesia, saya sempat tidak percaya diri karena takut dikira pemain baru di dunia kuliner. Tetapi apa yang terjadi, mereka berterima kasih karena telah membuka mata awam bahwa dunia chef itu keras," terangnya.

Selain sibuk mengurus restoran barunya, kini Juna menjabat sebagai Pengurus Pusat Indonesian Chef Association untuk memajukan kuliner nusantara dan meningkatkan kredibilitas chef Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.