Ramadhan Hampir Usai, Sudah Iktikaf di Mana?

Kompas.com - 24/06/2017, 05:17 WIB
Umat muslim membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016). Bulan Ramadhan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh umat Muslim dengan beribadah termasuk membaca Al Quran serta iktikaf. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGUmat muslim membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016). Bulan Ramadhan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh umat Muslim dengan beribadah termasuk membaca Al Quran serta iktikaf.
|
EditorKurniasih Budi

KOMPAS.com - “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan,” demikian hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Jadi, tak heran jika pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan ini, umat Muslim terus memperbanyak ibadahnya demi mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Iktikaf menjadi ibadah yang sayang jika dilewatkan pada bulan ini, terutama pada malam-malam ganjil. Sebab, pada malam-malam itulah, umat Muslim meyakini akan bertemu dengan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari malam seribu bulan.

Secara harfiah, iktikaf berarti berdiam diri atau menetap dalam sesuatu. Sementara itu, menurut istilah Al Hanafiyah (ulama Hanafi) iktikaf adalah berdiam diri di masjid yang biasa dipakai untuk shalat berjamaah.

Pendapat senada diutarakan Asy Syafiiyyah (ulama Syafii). Iktikaf artinya berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah.

Masjid-masjid di Indonesia memang selalu tampak lebih ramai pada 10 hari terakhir bulan suci. Tengok saja Masjid Istiqlal yang berada di pusat kota Jakarta.

Kepada Antara (16/06/17), Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan, tepat 10 hari terakhir menjelang Ramadhan, yakni pada Kamis, 15 Juni 2017, jumlah jamaah yang memenuhi masjid terbesar se-Asia Tenggara ini mencapai 30 ribuan.

Naiknya jumlah jamaah juga terjadi di Masjid Habiburahman di Jalan Pajajaran Bandung. Muhammad Sufyan, seorang dosen di Telkom University, menuliskan pengalamannya di Kompas.com (20/06/17).

Sufyan menuturkan bahwa saat beriktikaf di masjid ini pada Jumat, 16 Juni 2017 (atau pada malam genap), ia melihat setidaknya ada sekitar 1000 jamaah yang hadir di sana. Jumlah ini bisa meningkat hingga dua bahkan tiga kali lipat pada malam ganjil.

Meski jumlah jamaah membludak, panitia masjid tetap memperhatikan kenyamanan jamaah saat beribadah. Sejumlah masjid bahkan menyediakan fasilitas-fasilitas tertentu yang bisa dinikmati jamaah.

AFP PHOTO / ADEK BERRY Warga berdoa di masjid saat hari pertama puasa Ramadhan 1434 Hijriah di Jakarta, 10 Juli 2013.

Masjid Jabal Rahman Indarung di Kecamatan Lubuk Kilangan Padang, Masjid Al Muttaqin Gedung Sate Bandung, dan Masjid Raya Mujahidin di Pontianak, menjadi contoh masjid yang menyediakan santap sahur bagi para jamaah yang beriktikaf di sana.

Fasilitas “premium” bahkan bisa dirasakan jamaah di Masjid Al Jihad Banjarmasin. Para jamaah masjid bisa memesan makanan favorit kepada panitia. Mereka juga diizinkan membawa kasur atau perlengkapan lain demi kenyamanan beribadah.

“Karena mereka tidak diperbolehkan keluar masjid, jadi kami sebagai panitia memberikan bantuan. Jemaah bisa pesan makanan kesukaan atau ingin mencuci pakaian dengan jasa laundry, maka kami akan membantu mengantarkan,” ujar Faisal Abdat, Koordinator Remaja Masjid Al Jihad, kepada Tribun News (16/06/17).

Jadi, mau iktikaf di mana malam ini? Masih ada kesempatan untuk mencari keridaan Ilahi sebelum bulan suci Ramadhan benar-benar pergi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X