10 Hal yang Terjadi Saat Kita Mengurangi Gula

Kompas.com - 29/06/2017, 17:31 WIB
Makanan manis buruk untuk kesehatan SIphotographyMakanan manis buruk untuk kesehatan
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

Saat liburan, anda membebaskan mulut Anda menyantap semua jenis makanan, termasuk yang manis-manis. Bila itu yang terjadi, bersiaplah merasa tidak nyaman di akhir liburan Anda, terutama bila hidangan bergula tidak pernah lepas dari menu.

Gula memang terasa manis, namun akibatnya tidak terlalu manis untuk tubuh kita. Oleh karenanya perlu bagi kita untuk mengurangi gula dalam makanan kita, meski hal itu tidak mudah. Yang jelas, begitu kita mengurangi gula, maka akibatnya akan langsung terasa. Inilah 10 hal yang akan terjadi saat kita melakukannya.

1. Tampak lebih muda

Monkey Business Images Pria mengenakan pelembab wajah
Gula menghasilkan keriput di wajah, kata Anthony Youn, MD, dokter bedah plastik di Troy, Michigan. “Gula menyebabkan glikasi, proses di mana molekul gula menguraikan kolagen dan mengurangi elastin di  kulit kita,” ujarnya. Padahal kolagen dan elastin adalah protein yang memberikan sifat elastis dan muda pada kulit.

Selain itu mengurangi gula juga akan mengurangi glukosa dan kenaikan insulin dalam darah, sehingga mengurangi peradangan yang menyebabkan kulit tidak segar. Menurut Dr Youn, dampak pada kulit itu akan terlihat setelah kita mengurangi gula selama 14 hari.

Baca: Tak Makan Gula, Rahasia Fit dan Awet Muda

2. Membuat lebih gembira

furtaev Tertawa
“Anda mungkin mengira menyantap kue-kue manis akan membuat perasaan gembira. Namun konsumsi gula ternyata berkaitan dengan tingkat depresi yang dialami seseorang,” ujar Megan Gilmore, konsultan nutrisi di Kansas.

Ini mungkin karena gula bisa menyebabkan peradangan kronis yang mempengaruhi fungsi otak. Saat kita mengurangi gula, kita akan merasa suasana hati membaik dalam waktu satu hingga dua minggu, kata Gilmore.

Menurut riset yang dipublikasikan di The American Journal of Clilnical Nutrition tahun 2015, mereka yang menyantap makanan dengan indeks glikemik tinggi, termasuk yang tinggi gulanya, lebih rentan mengalami depresi dibanding mereka yang tidak makan kudapan manis.

Baca: Mengapa Jalan Santai Membuat Suasana Hati Lebih Baik

3. Timbunan lemak menghilang

Gearstd Lemak menghilang
Menurut study Harvard School of Public Health in Boston, rata-rata kita mengkonsumsi 22 sendok teh gula setiap hari, atau setara dengan 350 kalori.

Padahal gula bisa menyebabkan keinginan untuk terus makan, sehingga bila kita menguranginya, kita juga akan memasukkan lebih sedikit kalori ke tubuh kita dan dampaknya kita bisa menjadi lebih langsing.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X