Kompas.com - 06/07/2017, 12:18 WIB
Pebalap Formula 1 asal Inggris, Lewis Hamilton, sedang berjalan di area paddock Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada, 11 Juni 2017. AFP/CLIVE MASONPebalap Formula 1 asal Inggris, Lewis Hamilton, sedang berjalan di area paddock Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada, 11 Juni 2017.
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Keberhasilan seorang anak tidak lepas dari peran kedua orangtuanya. Cara mendidik anak yang baik dan benar akan membuahkan hasil yang luar biasa di kemudian hari.

Hal itulah yang dialami juara dunia Formula 1 Lewis Hamilton. Seperti dilansir dari laman Fatherly, Hamilton menceritakan peran ayahnya yang menjadi motivator baginya untuk selalu melakukan yang terbaik. Berikut adalah ceritanya:

Saya adalah juara dunia Formula 1 sebanyak tiga kali, dan saya tidak akan berada di tempat  ini jika bukan karena ayah saya.

Sejak awal, dia adalah 'mekanik' keluarga kami. Orang yang selalu dapat diandalkan untuk memperbaiki masalah, memberikan bimbingan yang baik, dan mengarahkan kami ke jalur yang benar. Kami berjuang karena hidup tidak mudah.

Dia tidak memiliki semua barang mewah yang dimiliki beberapa orang tua lainnya, tetapi ini tidak menjadi masalah. Karena sejak kecil ayah telah memberi saya banyak cinta, pengalaman tak terlupakan, dan perhatian yang saya harapkan.

Saya akan selalu berterima kasih kepadanya atas apa yang telah dia lakukan untuk saya pada saat-saat awal kehidupan saya. Bukan hanya karena hal itu memberi kepercayaan, kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan saya, namun karena ini menjadi dasar bagi kesuksesan masa depan saya.

Pada saat itu tentu saja, saya tidak menyadari bahwa pengalaman yang diberikan ayah akan membuka jalan menjadi siapa saya hari ini. Baru-baru ini melalui pekerjaan saya dengan UNICEF, saya semakin mengerti bagaimana lingkungan yang diciptakan ayah saya bertahun-tahun lalu memiliki dampak yang jauh lebih besar dalam hidup saya dari yang saya bayangkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika saya masih remaja, ayah saya membantu saya menyadari apa yang saya inginkan dari kehidupan. Dia akan bermain dengan saya, bercanda, dan mengajak saya untuk bermain mobil. Dialah yang memicu mimpiku dan tidak pernah berhenti membantu mencapai tujuanku.

Dia bekerja keras untuk tetap bisa menaruh makanan di atas meja makan, tapi dia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersamaku, berbagi makanan, atau mengajari saya bagaimana sebuah mesin bekerja. Dia tetap menjadi panutan terbesar saya dan sampai hari ini, saya telah mengambil etos kerjanya.

Tidak hanya di karting dan karir balap saya, tapi sepanjang hidup saya, ayah tidak pernah tidak berada di sana untuk saya, di samping ibu dan nenek saya juga, yang mendukung ayah saya dan saya di setiap balapan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.