Kompas.com - 07/07/2017, 15:21 WIB
Penulis Dimas Wahyu
|
EditorLatief

Dalam prosesnya secara normal, kita akan merasa kenyang saat sinyal itu muncul melalui hormon yang disebut leptin.

"Leptin akan mengatakan kepada otak bahwa energi kita sudah penuh (setelah kenyang)," kata Robert H Lustig, MD, profesor pediatri di University of California, San Francisco, sekaligus anggota dari Endocrine Society's Obesity Task Force.

Leptin adalah hormon yang, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dilepaskan oleh sel-sel lemak ke dalam aliran darah dan bertugas memengaruhi wilayah otak yang mengatur perilaku untuk makan secukupnya.

Sayangnya, menurut sejumlah temuan terakhir, seperti juga dituturkan Robert H Lustig dalam "The Facts on Leptin: FAQ" di webmd.com, ada istilah "leptin resistan", yakni ketika leptin tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga tidak memberikan sinyal kenyang.

Situasi semacam ini mungkin terjadi akibat aksi "balas dendam" tadi sehingga kita menerobos peringatan bahwa tubuh sudah kenyang karena terus ingin mendapatkan rasa enak dari makanan.

Baca: Dari Gorengan hingga Teh Manis, Indonesia Dikepung Penyebab Diabetes

Efeknya, kita akan makan dan minum terus, terutama ketika kita terbiasa dengan makan-minum ala "balas dendam" seperti di atas.

Saat makan-minum ala "balas dendam" itu karbohidrat dan kalori yang masuk ke dalam tubuh menjadi berlebihan. Padahal, saat puasa, tubuh sudah mengefisienkan penggunaannya.

Lalu, ketika kekenyangan, badan menjadi lemas dan kita memilih tidur-tiduran karena berkurangnya aliran darah ke otak, apalagi saat musim libur panjang.

Berdasarkan prosesnya, saat terlalu kenyang, aliran darah justru banyak dipakai untuk proses mengolah makanan di lambung dan saluran cerna.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.