Anak-anak yang Melawan Tradisi Kawin Lari

Kompas.com - 14/07/2017, 11:00 WIB
Kelompok belajar bahasa Inggris di Desa Jagaraga Indah, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAKelompok belajar bahasa Inggris di Desa Jagaraga Indah, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
|
EditorLusia Kus Anna

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Anak-anak muda ini berusaha mewujudkan mimpinya, meski itu berarti mereka melawan 'tradisi'.

Lulu (13) nampak antusias berada di sekeliling teman-temannya dalam sebuah ruang tamu rumah. Dia bersama teman-temannya secara seksama mengulangi percakapan yang diminta oleh pengajarnya, Hamdi.

I study english for success in the future,” kata Lulu dan kawan-kawannya yang mengulangi ucapan Hamdi.

Kata-kata tersebut untuk memantik semangat para anak-anak di Desa Jagaraga Indah, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Menggelorakan semangat untuk masa depan yang lebih baik ini sekaligus untuk mengentaskan persoalan pernikahan usia anak di Lombok Barat.

Persoalan ini menjadi pelik karena masyarakat Lombok Barat yang sebagian besar berasal dari Suku Sasak memiliki tradisi pernikahan yang ‘mendukung’.

(baca: Tradisi Melarikan Perempuan untuk Dijadikan Istri)

Tradisi itu disebut merarik kodek atau kawin lari. Tak sedikit anak-anak perempuan dibawa lari oleh pasangan prianya untuk menikah. Bila itu terjadi, maka akan sulit dipisahkan dan digagalkan.

“Aku menolak nikah usia anak,” kata Lulu kepada Kompas.com di Desa Jagaraga Indah, Lombok Barat, NTB, Rabu (12/7/2017).

Lulu yang bersekolah di pondok pesantren berpendapat bahwa menikah di usia anak berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi. Pengetahuan ini didapat dari sekolah pun teman-teman yang tergabung dalam aliansi “Yes I Do” bentukan Plan Internasional Indonesia bersama Rutgers WPF Indonesia dan Aliansi Remaja Independen (ARI).

Penanaman pemikiran pertentangan pernikahan usia anak dianggap sebagai bagian dari mengubah pola pikir. Sebab, pernikahan usia anak ini juga bagian dari merusak generasi penerus.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X