Kompas.com - 14/07/2017, 17:59 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Telur dikonsumsi mentah dengan beragam alasan, seperti untuk meningkatkan stamina karena kandungan nutrisinya masih lengkap. Benarkah demikian?

Memang benar, proses memasak akan menghancurkan sejumlah kecil vitamin dan mineral yang terkandung dalam telur. Sehingga telur mentah memiliki kadar vitamin B (seperti vitamin B6 dan folat), vitamin E, kolin mineral, antioksidan lutein, dan zeaxanthin yang sedikit lebih tinggi.

Hanya saja, beda kandungan tersebut dengan telur matang ternyata sangatlah kecil, sehingga Anda tidak perlu mengonsumsi telur dalam keadaan mentah, kata Alissa Rumsey, MS, RD, penulis buku Three Steps to the Healthier You.

 Rumsey memberikan perbandingan, saat kita mengonsumsi telur mentah maka tubuh akan mendapatkan 0,85 mikrogram vitamin B6 dan 146,9 miligram kolin. Saat mengonsumsi telur matang, maka kandungannya menjadi 0,072 mikrogram B6 dan 117 miligram kolin.

Namun, jika membandingan jumlah protein, telur matang ternyata mengandung protein yang lebih tinggi ketimbang telur mentah.

Tubuh hanya mampu menyerap sekitar 50 persen protein dari telur mentah, dibandingkan dengan penyerapan 91 persen protein dari telur matang, menurut studi dalam Journal of Nutrition. Perubahan panas membuat struktur molekul protein dalam telur lebih mudah dicerna oleh tubuh.

"Itu berarti telur mentah hanya menyediakan 3 gram protein, dibandingkan dengan 6 gram protein yang bisa didapat dari telur matang," kata Rumsey.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi, itu bukan satu-satunya alasan mengapa telur matang menjadi pilihan yang lebih baik. Telur mentah dapat mengandung Salmonella, sejenis bakteri yang menyebabkan sekitar satu juta kasus keracunan makanan setiap tahunnya di Amerika, menurut perkiraan lembaga kesehatan CDC.

Memasak telur bisa menghilangkan risiko tersebut, sehingga CDC merekomendasikan untuk menghindari konsumsi telur mentah atau setengah matang.

“Salmonella sendiri paling sering menyerang anak-anak, wanita hamil, orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terganggu,” imbuh Harriet Whiley, PhD, seorang ahli biologi lingkungan di Flinders University Australia. "Namun, selalu ada sedikit kesempatan bagi Salmonella untuk menggerogoti kesehatan siapapun."

Jika Anda tetap memilih untuk mengonsumsi telur mentah atau setengah matang, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko, seperti membeli telur pasteurisasi atau telur yang telah melewati teknologi bebas Salmonella, serta menghindari telur yang sudah retak.

Tapi, sama seperti memasak, proses pasteurisasi bisa mengurangi kadar vitamin dan mineral dalam telur, kata Rumsey. Jadi sama saja seperti Anda memasak telur biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.