Kompas.com - 18/07/2017, 12:10 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Sekitar 15 persen pasangan menderita masalah kesuburan, yang berarti mereka tidak dapat memperoleh kehamilan bahkan setelah melakukan hubungan seks tanpa pengaman selama setahun atau lebih, menurut Mayo Clinic.

Ketidaksuburan pria disebabkan oleh rendahnya produksi sperma, fungsi sperma abnormal, penyumbatan pada saluran sperma, penyakit, cidera, dan masalah kesehatan kronis. Pilihan gaya hidup ternyata juga memainkan peran sangat besar.

Menurut sebuah studi dari Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine, sekitar 23 persen kasus disfungsi ereksi pada pria dapat dihubungkan dengan merokok. Jurnal Psychiatry India juga menemukan, minum alkohol secara rutin dapat mengurangi libido Anda, meningkatkan risiko disfungsi ereksi, dan meningkatkan potensi pria untuk impotensi.

Namun, Deborah Anderson-Bialis, pendiri FertilityIQ, sebuah layanan yang menghubungkan pasien dengan dokter dan klinik kesuburan terkemuka di AS menyoroti, tak hanya merokok dan alkohol yang dapat merusak kesuburan pria, beberapa kebiasaan sehari-hari ini juga dapat membuat pria lebih sulit mendapatkan keturunan.

Tabir surya yang Anda gunakan mengandung bahan kimia berbahaya. 

"Sementara tabir surya melindungi kulit dari efek sinar UV yang berbahaya, sebuah studi baru menunjukkan bahwa bahan kimia yang ditemukan di beberapa tabir surya, seperti benzofenon, dapat mengganggu fungsi sel sperma," Anderson-Bialis mengatakan.

"Itu karena filter di dalam tabir surya dapat menembus kulit, masuk ke aliran darah, dan meniru dampak hormon seks wanita progesteron. Sehingga saya akan merekomendasikan menggunakan tabir surya dengan filter UV fisik yang dapat memberi perlindungan tanpa efek samping. Filter UV fisik termasuk seng (zinc) oksida dan titanium dioksida yang merupakan mineral yang ditemukan secara alami di lingkungan.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Olahraga terlalu keras. 

Anda mungkin mengidamkan tubuh seperti Hulk, tapi latihan yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma, kata Anderson-Bialis. Olahraga hingga kelelahan dapat menciptakan stres oksidatif yang merupakan pendorong utama disfungsi sperma, menurunkan testosteron, dan meningkatkan hormon stres kortisol.

Jadi, pastikan Anda memprogram latihan dengan tepat (cukup 2,5-3 jam per minggu) dan lakukan pemulihan dengan benar.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.