Lebih Baik Mana, Bernafas Lewat Hidung atau Mulut?

Kompas.com - 18/07/2017, 16:25 WIB
Bernafas dengan benar akan membuat Anda lebih sehat AntonioGuillemBernafas dengan benar akan membuat Anda lebih sehat
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - 672.768.000. Itu adalah jumlah rata-rata tarikan nafas yang akan Anda lakukan seumur hidup bila mencapai usia 80 tahun. Dan untuk sesuatu yang dilakukan  sesering itu, kita sebaiknya melakukannya dengan benar.

Manusia dirancang untuk bernafas melalui hidung, namun banyak dari kita malah bernafas melalui mulut. Hal ini menimbulkan berbagai masalah kesehatan dari alergi rhinitis sampai sleep apnea atau gangguan pernafasan saat tidur.

Menurut Dr. Lewis Ehrlich, hidung merupakan jalur pertahanan utama untuk melawan bakteri dan racun di udara yang Anda hirup.

"Di dalam saluran hidung ada banyak mekanisme penyaringan yang berperan. Bila kita memanfaatkan ini, kita bisa menghangatkan, menyaring dan melembabkan udara yang kita hirup. Ini mengurangi kemungkinan alergi, demam, pembesaran amandel dan masalah pernapasan kronis lainnya,” jelasnya.

Photo of a  young male relaxing on the beach with his hands stretchedYuri Arcurs Photo of a young male relaxing on the beach with his hands stretched
Lalu apa yang terjadi saat Anda melewati proses filtrasi ini? Tubuh Anda bergantung pada amandel sebagai "garis pertahanan terakhir." Ini bisa memperbesarnya, meningkatkan kemungkinan infeksi dan menyebabkan kesulitan bernafas di malam hari. Tentu ini bukan lah hal bagus.

Selain itu, bernapas melalui hidung Anda merangsang produksi oksida nitrat, sebuah pengatur untuk membantu menurunkan tekanan darah. Oksida nitrat juga bekerja membunuh bakteri dan menjaga sinus tidak terkena infeksi.

“Bernafas lewat mulut cenderung kehilangan manfaat ini dan pada umumnya akan merasakan adanya kemacetan di sinus dan memiliki infeksi yang lebih sering,” tambah Ehrlich.

Sedangkan dengan pernapasan melalui hidung, berarti Anda akan ...

1. Berdiri lebih tinggi

Postur tubuh akan terpengaruh bila kita bernafas lewat mulut. Mereka yang bernafas dengan mulut umumnya memajukan mukanya lebih ke depan sehingga akan terjadi ketegangan otot di sekitar leher, kepala dan rahang, dan membuat tubuh tidak tegak sepenuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber nypost.com
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X