Ingin Menikmati Masa Tua? Hindari Makanan Cepat Saji

Kompas.com - 19/07/2017, 08:49 WIB
Pola makan tidak tepat bisa mempengaruhi kesehatan twinsterphotoPola makan tidak tepat bisa mempengaruhi kesehatan
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Asupan nutrisi yang berimbang berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah timbulnya penyakit.

Untuk pemenuhan gizi seimbang, seseorang perlu mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

"Komposisinya, makanan yang mengandung karbohidrat 55 sampai 65 persen, makanan mengandung protein 12 sampai 15 persen dan lemak 25 sampai 30 persen," kata Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK, dalam acara yang digelar oleh Herbilogy di Almond Zucchini Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Namun, jika selama ini Anda adalah penggemar makanan cepat saji yang tergolong junk food atau gemar memakan apapun yang Anda suka tanpa bisa mengendalikannya, bukan nutrisi seimbang yang Anda dapatkan, melainkan sumber penyakit.

Menurut beberapa penelitian, kebanyakan makanan cepat saji adalah makanan olahan, yang dimasak dengan cara digoreng. Agar rasanya lebih enak, makanan ini biasanya diberi perasa buatan dan memiliki kandungan gula dan garam yang tinggi. Selain itu junk food banyak menggunakan bahan makanan beku yang tidak segar dan minim penggunaan sayur dan buah.

Bahan dan cara pengolahan dalam makanan-makanan ini membuatnya menjadi tinggi kalori. Anda mungkin terkejut bila tahu bahwa seporsi burger yang di dalamnya diisi sayuran pun ternyata mengandung lebih dari 1.200 kalori.

Ditambah lagi, makanan ini rasanya memang enak, sehingga orang cenderung makan berlebih. Akibatnya kalori dalam tubuh melebihi yang dibutuhkan, dan ditimbun sebagai lemak, sehingga orang mengalami obesitas.

Baca juga: Makanan Sehat yang Tidak Sehat

Menurut konsultan gizi MRCCC Siloam Hospital Semanggi ini, pola hidup dengan pilihan makanan sepertiitu harus diubah sedini mungkin agar Anda bisa menikmati masa tua tanpa sakit-sakitan.

"Menikmati masa tua itu butuh energi, kalau pola hidup belum benar bagaimana mau menikmati masa tua?" tutur Dr Samuel.

Maka dari itu, dirinya menganjurkan masyarakat segera memperbaiki pola hidupnya, dari yang biasa mengkonsumsi makanan cepat saji ke makanan yang berserat seperti sayur-sayuran maupun rebusan untuk menikmati masa tua di kemudian hari.

Baca juga:Sayuran dan Buah Bikin Panjang Umur

"Konsumsi yang cerdas dan penuh kesadaran akan kesehatan merupakan langkah besar menuju hidup sehat berkualitas. Saya sangat menganjurkan konsumsi makanan dari bahan-bahan alami," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X