Kompas.com - 20/07/2017, 08:03 WIB
|
EditorSri Noviyanti

Tertulis di sana bahwa perut memiliki volume sekitar 50 mililiter (ml) saat kosong. Akan tetapi, volume bisa membesar 20 kali lipat saat terisi atau ketika seseorang sedang mengonsumsi makanan. Bahkan, volume bisa terus bertambah ketika makanan—termasuk nasi—yang masuk lebih dari satu liter.


Jika hal itu terus berlanjut dalam waktu yang panjang, maka otot-otot dan  ruang cerna dalam tubuh akan merenggang. Masalahnya, orang akan merasa kenyang saat ruang cerna terisi penuh.

Maka dari itu, perlu upaya untuk mengendalikannya. Dalam penelitian yang dilakukan Boston Children’s Hospital seperti dikutip dalam nationalpost.com, dikatakan bahwa untuk mengendalikan keinginan makan berlebihan, seseorang perlu membuat dirinya untuk mampu membatasi makanan yang dikonsumsi, terutama karbohidrat dengan kadar tinggi.

Terlebih lagi, orang Indonesia dan nasi terikat dengan riwayat yang panjang. Nasi disebut sebagai salah satu makanan yang ada dari zaman ke zaman sejak masa Paleolitikum (50.000 hingga 10.000 tahun lalu) di wilayah yang kemudian disebut Indonesia ini.

Baca: Sejarah Nasi, Internet, dan Risiko Diabetes Orang Indonesia

Tak mudah

Data International Diabetes Federation (IDF) pada 2015 menyebutkan, di Indonesia sudah ada lebih dari 10 juta penduduk berusia 20 tahun hingga 79 tahun yang menderita diabetes.

Pada tahun itu, tercatat hampir 185.000 orang Indonesia meninggal karena diabetes. Itu pun diperkirakan masih ada lebih dari 5 juta penderita diabetes yang tak terdata di luar sana karena belum memeriksakan diri.

Meskipun tak mudah, langkah untuk mengendalikan diri dalam mengonsumsi karbohidrat demi kesehatan tubuh mutlak perlu dilakukan.

Dalam artikel "13 Ways to Fight Sugar Cravings" di Webmd.com, ada sejumlah tips yang bisa dilakukan sesegera mungkin. Di antaranya, makanlah sedikit makanan manis—termasuk nasi sebagai karbohidrat—saat Anda mengidam-idamkannya.

“Cobalah jaga konsumsi makanan manis maksimal 150 kalori per hari,” ujar juru bicara lain dari ADA, Kerry Neville.

Lalu, cara lainnya ialah mengombinasikannya dengan makanan sehat. Saat ini, ada banyak kudapan ringan yang praktis dan bisa dibawa dalam tas kecil atau saku sekalipun. Camilan seperti Soy Joy yang berbahan kedelai, misalnya.

Dengan ngemil snack tersebut dua jam sebelum makan makanan utama, Anda bisa merasa kenyang sehingga bisa mengurangi jatah konsumsi karbohidrat, seperti nasi, tanpa harus merasa lapar terus-menerus. Dengan begitu, perasaan belum kenyang kalau belum makan nasi pun tinggal mitos.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber WebMD,WEBMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.