Kompas.com - 23/07/2017, 12:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

NUSA DUA, KOMPAS.com - Kesadaran para pria untuk memperbaiki penampilan wajah dengan perawatan estetika terus meningkat. Di Indonesia, pria-pria di Jakarta dan sekitarnya dinilai lebih percaya diri untuk melakukan berbagai perawatan kulit.

Menurut dr.Lanny Juniarti, Dipl.AAAM, ahli estetika, target pasar perawatan estetika adalah orang berusia di atas 35 tahun dengan komposisi 85 persennya wanita.

"Namun, kalau di Jakarta komposisi prianya lebih banyak bisa sampai 20 persen. Pria Jakarta lebih open mind terhadap perawatan estetika. Biasanya mereka lebih suka datang ke klinik kami yang berada di mal, mungkin supaya tidak terlalu mencolok," kata President Director klinik Miracle ini.

Ia mengatakan, pria umumnya ingin memiliki kulit yang kencang dan segar. "Perawatan yang tidak perlu diulang-ulang dan tidak ada masa pemulihan seperti Ultherapy sangat disukai," kata dr.Lanny yang ditemui di acara perayaan satu juta perawatan Ultherapy yang diadakan oleh Merz Aesthetic di Nusa Dua, Bali (21/7/2017).

Perawatan estetika untuk pria, menurut dr.Adri Dwi Prasetyo, Sp.KK, tidak hanya menyangkut masalah estetika tetapi juga performanya. "Kalau pria merasa penampilannya kurang segar dan terlihat capek itu bukan hanya soal penampilan, tapi performanya. Seorang pria harus punya aura maskulin, kalau terlihat loyo, itu membuat mereka terganggu," katanya.

Keluhan kulit yang sering diungkapkan pria antara lain kerutan-kerutan di bagian wajah yang ekspresif, misalnya di dahi atau di dekat pangkal alis. Selain itu, menurut dr.Adri, pasien pria juga biasanya ingin mengatasi bagian kelopak mata yang turun.

"Untuk bagian kerutan bisa diatasi dengan suntikan botulinum toksin atau perawatan ultrasound. Untuk mengisi cekungan di wajah bisa dilakukan filler. Kalau kelopak matanya sangat turun, perlu dilakukan operasi," kata pemilik klinik Rejuva Surabaya ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penampilan lelaki yang ideal, menurut dr.Adri, harus memiliki sisi maskulin dengan bagian rahang yang lebih terlihat. "Walau ada kerutan-kerutannya tapi kalau terlihat maskulin menurut saya itu lebih baik dari pada seperti pretty boy ala Korea Selatan. Tapi, banyak juga pria metroseksual yang sukanya seperti cowok-cowo Korea itu," katanya.

Secara umum, pria sangat takut ketahuan melakukan tindakan estetika. Itu sebabnya biasanya dokter akan melakukan tindakan secara bertahap sehingga hasilnya tidak memberi perbedaan penampilan yang terlalu mencolok.

"Pasien yang datang ke klinik estetika sangat bermacam-macam, ada yang punya problem spesifik dan mengarahkan dokternya, ada juga yang datang tapi tidak tahu maunya apa. Komunikasi dokter dan pasien adalah kuncinya agar tindakan yang dilakukan memberi manfaat yang baik dan tidak menimbulkan komplikasi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.