Keringat Tak Perlu Ditakuti, Ketahui 3 Fakta yang Belum Anda Tahu

Kompas.com - 27/07/2017, 07:14 WIB
Petenis Serbia, Novak Djokovic mengelap keringat ketika menjalani laga babak kedua Western & Southern Open melawan petenis Perancis, Gilles Simon, di Cincinnati, Selasa (12/8/2014). Djokovic menang 6-3, 4-6, 6-4. AFP/JONATHAN MOORE/GETTY IMAGESPetenis Serbia, Novak Djokovic mengelap keringat ketika menjalani laga babak kedua Western & Southern Open melawan petenis Perancis, Gilles Simon, di Cincinnati, Selasa (12/8/2014). Djokovic menang 6-3, 4-6, 6-4.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -  Keringat mungkin bisa membuat kita kesal karena membasahi baju, apalagi setelah selesai berolahraga atau dalam suhu yang cukup panas. Belum lagi bau tidak sedap yang muncul saat berkeringat.

Tapi, Anda harus bersyukur karena keringat merupakan tanda tubuh masih normal dan bekerja semestinya.

Barbara J. Holtzclaw, Ph.D., R.N., peneliti dari Oklahoma University mengatakan, saat cuaca terlalu panas, pusat suhu tubuh di otak, khususnya di hipotalamus mengirimkan sinyal ke kelenjar untuk menghasilkan keringat.

Penguapan cairan asin di kulit yang membuat suhu tubuh perlahan turun. Intinya, keringat berfungsi sebagai unit pendingin tubuh dan membuat kita tidak kepanasan.

Jika penjelasan tersebut masih belum cukup, Anda bisa membaca beberapa fakta menarik seputar keringat:

1. Sebagian besar keringat tidak berbau

Kebanyakan orang membenci keringat karena dianggap bau. Faktanya, sebagian besar keringat sama sekali tidak berbau. Holtzclaw menjelaskan, keringat yang diproduksi kelenjar sebagian besar terdiri dari air dan elektrolit, yang tidak berbau.

Beberapa kain sintetis bisa mengikat panas tubuh dan mengganggu penguapan keringat dan menghasilkan bau sendiri. Keringat berbau berasal dari kelenjar keringat apokrin, yang hanya diaktifkan saat Anda merasa stres, cemas, takut, atau terangsang. Holtzclaw menjelaskan, karena jenis keringat ini kental dan berminyak dan mengikat bakteri pada kulit, sehingga menimbulkan bau tak sedap.

2. Menghasilkan jumlah keringat seharusnya

Tubuh kita memiliki bagian belakang alias punggung. Ini secara otomatis menghasilkan keringat agar suhu tubuh tidak terlalu panas, dan tahu seberapa banyak keringat yang Anda butuhkan, walau setiap orang berbeda.

Jumlah keringat eccrine (lebih banyak berisi air dan garam) yang dihasilkan bergantung pada banyak faktor, termasuk cuaca dan jumlah kelenjar keringat yang  dimiliki. Jika Anda terbiasa dengan iklim panas, tubuh Anda akan menyesuaikan dengan berkeringat secara lebih efisien.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber menshealth
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X