Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/08/2017, 12:05 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com – Apa olahraga paling keras dan brutal menurut Anda? MMA? Rugby? Muay Thai? Ya olahraga-olahraga tersebut memang keras, namun tidak ada yang menyamai kebrutalan Calcio Fiorentino.

Separuh sepakbola, sebagian rugby, dan banyak bagian pertarungan gaya bebas menjadikan Calcio sebagai olahraga barbar yang populer di kota Florence, Italia.

Menendang, menyikut, memukul kepala, bahkan mencekik diperbolehkan dalam olahraga ini. Tak heran ia layak mendapat predikat olahraga paling brutal.

Calcio Fiorentino memiliki akar kuno. Awalnya, satu abad Sebelum Masehi, olahraga yang diadopsi dari permainan bola Yunani ini digunakan kerajaan Romawi untuk melatih prajurit bertempur.

Karenanya bisa dibayangkan betapa kasarnya permainan ini, sampai-sampai Raja Henry III dari Prancis menyebutnya “terlalu kecil untuk disebut pertempuran, namun terlalu brutal untuk dianggap sebagai permainan” ketika ia menonton laga itu di abad 16.

Calcio Fiorentinopinterest Calcio Fiorentino
Peraturan resmi dalam olahraga ini baru diterbitkan tahun 1580 oleh Giovanni de’ Bardi. Saat dijadikan olahraga, hanya bangsawan dan pengusaha kaya yang diperbolehkan bermain. Bahkan menurut sejarah, Paus pernah mengikuti olahraga itu saat diselenggarakan di Vatican.

Walau ada peraturan, namun sedikit saja larangannya. Hampir semua jenis kontak fisik diperbolehkan, mulai dari memukul kepala, menghantam tubuh, hingga melempar pasir ke mata lawan. Menendang, memiting, mencekik juga diperbolehkan. Intinya pemain diminta mencetak angka sekaligus menghentikan lawannya saat mereka berusaha mencetak gol, dengan cara apapun.

Sesungguhnya minat terhadap olahraga ini sempat pudar pada awal abad 17. Namun pertandingan barbar ini hidup lagi tahun 1930. Turnamen tahunan diselenggarakan dengan pertandingan final dilangsungkan tiap 24 Juni sebagai perayaan pelindung Kota Florence, Santo Johannes Pembabtis.

Calcio Fiorentinopinterest Calcio Fiorentino
Final dan semifinal dimainkan di Piazza Santa Croce, di depan Basilica di Santa Croce yang dibangun pada abad 15. Tim yang mewakili tiap bagian kota akan hadir, yakni Santa Croce (Biru), Santa Maria Novella (Merah), Santo Spirito (Putih), dan San Giovanni (Hijau).

Parade spketakuler yang diikuti para pemain musik, pembawa bendera, dan para pemain – semuanya dalam dandanan gaya Renaisaance—menandai permulaan festival. Mereka berjalan di atas jalan batu Florence diiringi bendera kota yang berwarna merah putih, menuju Piazza Santa Croce.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber DMarge
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.