Mendeteksi Kanker Bahkan Sebelum Gejalanya Muncul

Kompas.com - 13/08/2017, 11:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

BANGKOK, KOMPAS.com - Masa depan bidang kedokteran tidak lagi bisa dipisahkan dari genetika. Penggunaan informasi genetika yang banyak dipuji adalah untuk mendeteksi penyakit, bahkan sebelum gejalanya muncul.

Salah satu pemeriksaan yang sekarang banyak dipakai adalah pemeriksaan plasma DNA (deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid) dalam contoh darah untuk mendeteksi potensi kanker.

Selain itu, pemeriksaan ini juga dipakai untuk mengetahui terapi target yang tepat untuk pasien kanker.

Menurut Dr.Kaliupsorn P.Suddhibhaga Ph.D, pendiri Femto Lab, laboratorium DNA yang beroperasi di Bangkok, Thailand, pemeriksaan plasma DNA dan RNA dilakukan untuk mengidentifikasi mutasi somatik dalam sel kanker.

"Mutasi somatik hanya ditemukan pada sel kanker atau sel kanker yang masih muda. Mutasi ini terjadi di tubuh kita setiap hari. Jika jumlahnya sedikit, sel imun kita bisa menghilangkan mutasi itu. Tetapi jika jumlahnya banyak maka berpotensi jadi kanker," kata Kaliupsron saat membawakan presentasinya di acara seminar Thailand: Paradise of Longevity di Bangkok, Jumat (11/8/2017).

Mutasi somatik terjadi karena perubahan DNA, yang 90 persennya disebabkan karena gaya hidup tidak sehat, lingkungan berpolusi, kontaminasi zat kimia, virus, bakteri, jamur, dan juga karena DNA yang diwariskan.

"Orang dengan mutasi karena faktor genetik lebih rentan sakit kanker jika gaya hidup mereka buruk," ujarnya.

Pemeriksaan untuk mencari mutasi somatik juga sangat berguna bagi pasien yang sudah pernah menjalani pengobatan kanker untuk menilai risiko kekambuhan.

Ia mengatakan, pemeriksaan ini merupakan terobosan dalam bidang diagnostik kanker. "Tes ini memiliki sensitivitas lebih dari nano, jadi dalam level femto," ujar associate profesor di Siriraj Medical School, Universitas Mahidol Thailand ini.

Pemeriksaan yang menjadi unggulan di Femto Lab, menurut dia, antara lain Plasma TP53 atau protein 53 pada gen untuk mendeteksi sel kanker muda. "Jika ditemukan sejak dini bisa dilakukan tindakan pencegahan untuk menghilangkan sel kanker muda dari tubuh," katanya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X