Kompas.com - 15/08/2017, 14:00 WIB
ILUSTRASI - Penumpang di dalam pesawat. ThinkStockILUSTRASI - Penumpang di dalam pesawat.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Meskipun perjalanan udara pada umumnya aman, tetapi kita dapat mengalami beberapa efek samping yang tidak begitu menyenangkan pada jarak jelajah 35.000 kaki di udara. Berikut ini adalah 10 hal tak mengenakan yang mungkin akan dirasakan ketika bepergian dengan pesawat.

1. Oksigen rendah membuat ngantuk

Selain kerumunan orang di bandara yang membuat stres, berada di ketinggian memiliki efek nyata pada tubuh. Meski tekanan kabin barometrik sudah disesuaikan untuk mencegah penyakit ketinggian, Anda masih bisa mengalami kantuk atau sakit kepala.

"Tekanan oksigen yang rendah di kabin pesawat setara dengan 6.000 sampai 8.000 kaki ketinggian, serupa dengan Kota Meksiko," kata Paulo M. Alves, MD, direktur medis global untuk kesehatan penerbangan dan perusahaan jasa keselamatan perjalanan MedAire.

Satu studi dari Inggris menunjukkan, tingkat oksigen penumpang turun 4 persen, yang bisa menjadi kekhawatiran jika Anda memiliki masalah jantung atau paru-paru. Untuk membantu mencegah sakit kepala, banyak minum air putih, dan hindari alkohol dan kafein. Cobalah trik ini untuk minum lebih banyak air.

"Tekanan parsial oksigen turun dengan cepat, menciptakan hipoksia ringan (oksigen rendah), yang dapat menyebabkan sakit kepala pada beberapa individu yang rentan," kata Alves.

2. Pengumpulan darah di kaki

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Duduk di tempat yang sempit selama berjam-jam dapat mempengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh, menyebabkan pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki. Risiko gumpalan darah yang disebut deep vein thrombosis (DVT) meningkat saat darah tidak beredar dengan baik, seperti yang terjadi selama perjalanan pesawat.

"Pada posisi itu, pembuluh darah di kaki kita tertekan dan aliran darah yang mengalir di bagian ini melambat," kata Alves. DVT bukanlah kondisi yang bisa diremehkan karena berakibat fatal.

Meski Anda sering mendengar saran untuk bangun dan berjalan kaki di pesawat, Alves mengatakan bahwa hal itu dapat menyebabkan kesemrawutan jika ada banyak orang yang melakukannya sekaligus, dan bisa berbahaya jika terjadi turbulensi yang tidak terduga.

Melakukan gerakan stretching di bagian kaki beberapa kali sebenarnya bisa membantu mencegah penumpukan darah di kaki. DVT lebih rentan dialami oleh mereka yang kegemukan, sedang hamil atau baru melahirkan, berusia di atas 40 tahun, dan menderita penyakit serius. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko tersebut dan akan melakukan penerbangan jarak jauh.

3. Dehidrasi

Udara yang Anda hirup di kabin pesawat sebenarnya berasal dari luar, dan udara di ketinggian itu memiliki kelembaban yang sangat sedikit. "Udara ini sangat kering, memiliki kelembaban di bawah 10 persen," kata Quay Snyder, MD, MSPH, Presiden dan CEO Aviation Medicine Advisory Service.

Dehidrasi dapat menyebabkan rasa lelah, terutama bila dikombinasikan dengan tekanan udara kabin yang diturunkan.  Cegah dehidrasi dengan minum banyak air, bahkan sebelum Anda naik ke pesawat. Bawalah botol air Anda sendiri sehingga Anda tidak perlu bergantung pada pramugari untuk memberikan air. Penggunaan obat tetes mata untuk menghilangkan mata kering juga disarankan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X