Kompas.com - 16/08/2017, 19:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Generasi milenial sering disebut sebagai generasi yang sangat terbuka, senang kepraktisan dan berani mengambil risiko. Dalam hal kehidupan asmara, ternyata tak jauh berbeda.

Menurut psikolog Elizabeth Santosa, generasi yang lahir antara tahun 1980-1995 ini juga menyukai kepraktisan dan kurang memiliki makna.

Milenial dianggap kurang memiliki kedekatan dengan orangtuanya sehingga kehilangan panutan dalam membina sebuah hubungan yang baik. Banyak yang saat berpacaran hanya mengumbar kemesraan di media sosial.

"Jadi tidak ada idealisme mengenai hubungan yang baik. Itu mengapa percintaan yang bermakna diambang kelangkaan," kata psikolog yang akrab disapa Miss Lizie di acara FiestaFunTalk ‘Millennials Romance 101, di Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

Dia melihat, pada orang muda saat ini, sebuah hubungan dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan pengakuan. Misalnya anggapan bahwa seseorang dianggap dewasa jika sudah memiliki pasangan, yang berani berhubungan seks dianggap jantan atau memiliki pacar yang ganteng atau cantik dianggap prestasi.

"Dari dulu sudah ada seperti ini, tapi sedikit berubah sekarang karena kedua orangtua kerja. Dulu kan papanya saja yang kerja. Jadi pada dasarnya penanaman nilainya juga semakin enggak ada. Aksesnya lebih banyak ke Google," kata Lizzie.

Oleh karena itu, menurut dia, generasi milenial butuh panutan tentang sebuah hubungan yang baik. Bila panutan adalah orangtua pasti mereka bisa dijadikan teladan. Saat ini idola generasi milenial adalah selebriti media sosial. Hubungan asmara tokoh idola yang dipamerkan di media sosial dijadikan relationship goal oleh kebanyakan remaja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, orangtua juga perlu memposisikan diri sejajar bila berbicara soal pacaran sehat dengan anak mereka.

"Orangtua tidak bisa bicara satu arah, sudah harus seperti teman dan harus diskusi. Enggak efektif kalau hanya wejangan. Perlu diskusi supaya buka wawasan. Wejangan itu tugas (orangtua saat anak usia) 0-14 tahun," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.