Apakah Seks Mempengaruhi Stamina Sebelum Berlomba?

Kompas.com - 21/08/2017, 14:02 WIB
Floyd Mayweather Jr dan Conor McGregor Floyd Mayweather Jr dan Conor McGregor
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Floyd Mayweather, juara tinju tak terkalahkan dengan rekor 49-0 mengaku tidak akan bercinta hingga hari pertandingannya melawan petarung bebas Conor McGregor pada 26 Agustus mendatang.

Saat TMZ Sport mewawancari Mayweather Rabu minggu lalu dan menanyakan apakah ia akan absen dari kehidupan seks-nya sebelum bertanding, petinju itu menjawab, “Absolutely.”

Bisa saja jawaban itu sekedar penghormatan untuk Mickey Goldmill, pelatih tinju fiksi dalam film Rocky yang mengatakan pada Rocky Balboa bahwa “perempuan akan melemahkan kakimu.”

Namun jika Mayweather serius dengan ucapannya itu, maka ia merupakan kebalikan dari penantangnya, Mc Gregor, yang mengatakan pada Conan O’Brien bahwa ia berniat bercinta sesering mungkin sebelum pertandingan.

Perlu dicatat, pemahaman bahwa hubungan seks bisa mempengaruhi kemampuan seorang atlet sudah ada sejak jaman Yunani kuno, saat para pelatih melarang para atlet olimpiade  untuk bercinta karena diyakini ejakulasi akan membuat testosteron meninggalkan tubuh dan membuat seseorang kurang perkasa.

Namun dalam acara-acara olahraga modern, pemahaman itu tidak lagi popular dan kurang dipercayai. Bayangkan saja, pada olimpiade 2016, pemukiman para atlet bahkan disuplai 450.000 kondom. Sebelumnya, pada Olimpiade 2012 di London juga disediakan lebih dari 300.000 kondom untuk para atlet.

Baca: Perang Urat Syaraf Petinju Lewat Motif Jas

Meski begitu, apakah yang kita ketahui soal hubungan seks dengan kemampuan seorang atlet? Hasil riset soal ini memang terbagi, namun penelitian tahun 2016 terhadap 9 study soal seks dan atletik tidak menemukan bukti bahwa hubungan seks sebelum pertandingan akan membuat kaki seorang atlet menjadi lemah, atau mempengaruhi performa tubuhnya.

Namun laporan yang dimuat dalam Frontiers in Physiology ini memberi catatan bahwa seks tersebut dilakukan secara wajar dalam frekuensi normal. Selain itu, karena seks adalah aktivitas fisik, maka juga diperlukan istirahat cukup bagi para atlet sebelum mereka bertanding.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber menshealth
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X