Kompas.com - 22/08/2017, 17:15 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima desainer Indonesia, yakni Dian Pelangi, Barli Asmara, Catherine Njoo, Melia Wijaya, dan Vivi Zubedi, Doris Dorothea akan memamerkan karya mereka di ajang New York Fashion Week: First Stage Spring Summer 2018.

New York Fashion Week: First Stage sendiri merupakan bagian dari perhelatan mode terbesar di dunia mode internasional, New York Fashion Week (NYFW). Rencananya kelima desainer kenamaan Indonesia itu akan tampil pada 7 September 2017 mendatang.

Kelima fashion designer ini telah memenuhi persyaratan yang diajukan oleh pihak International Management Group (IMG) selaku penyelenggara New York Fashion Week. IMG menilai sisi orisinalitas, kekuatan konsep, kemampuan produksi, hingga konsistensi desainer dalam berkarya.

Group Indonesia Diversity menjadi tajuk utama yang dipilih kelima desainer kebanggaan tanah air saat tampil dengan ciri khas mereka. Setiap desainer akan mengangkat tema keberagaman suku, budaya, dan agama yang melebur menjadi satu kesatuan atas nama Indonesia. Masing-masing akan membawakan 12 koleksi.

Terinspirasi dari zaman Victorian, Barli Asmara menangkat tema Canities Subita. Ia akan menggelar koleksi ready to wear deluxe dengan nuansa serba putih dan memperlihatkan kecanggihan kerajinan Indonesia. Siluet dan potongan pada lengan dan pinggang dalam rancangan Barli juga terinspirasi dari tren abad ke 18

Catherine Njoo akan memboyong batik Indonesia dan memperkenalkan budaya tari legong dari Bali. Terisnspirasi dari tarian legong yang lincah dan fleksibel, ia membuat busana batik berwarna hitam elegan  dengan sentuhan warna emas.

Catherine juga meletakkan unsur feminin melalui bordiran dan payet. Catherine berkolaborasi dengan G. Liem untuk menciptakan aksesori dengan motif bunga kamboja dari bahan logam.

Sementara itu, desainer busana muslim Dian Pelangi akan mempersembahkan koleksi hijab yang menggunakan batik dengan desain yang modern. Terisnspirasi dari sebuah buku Humans of New York, ia mengangkat alkulturasi budaya yang merepresentasikan seperti apa tingkah laku dan sifat orang New York dengan unsur budaya Indonesia. Hasilnya, muncullah desain busana batik tenun dengan banyak motif graffiti beraneka warna.

 Melia Wijaya, desainer asal Surabaya akan mengangkat tema Sawung Galing yang mentransformasikan motif batik ayam menjadi motif sulam dengan menggunakan teknik bordir hingga tampil lebih modern.

Desainer busana muslim Dian Pelangi menunjukkan salah satu rancangannya yang akan ditampilkan di New York Fashion Week 2018.Kompas.com/Laura Arya Wienanta Desainer busana muslim Dian Pelangi menunjukkan salah satu rancangannya yang akan ditampilkan di New York Fashion Week 2018.
Tema Sawung Galing terinspirasi dari budaya cerita rakyat Surabaya, Indonesia. Melia mengangkat sifat sifat yang menonjolkan ketegasan, beranekaragam bentuk, makhluk yang kreatif, kokoh, penug energy, setia dan mengandung cerita spiritual melalui warna natural coklat, merah, dan hitam kehijauan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.