Kompas.com - 23/08/2017, 13:12 WIB
Ilustrasi makanan sehat dan olahraga Dash_medIlustrasi makanan sehat dan olahraga
|
EditorWisnubrata

BOGOR, KOMPAS.com - Apakah Anda salah satu orang yang masih menerapkan 4 sehat 5 sempurna? Bila iya, sebaiknya segera berubah. Sebab, pemenuhan gizi dengan model itu dianggap sudah tidak lagi relevan oleh para pakar gizi. Anda disarankan beralih ke 5 sehat 8 sempurna.

Adapun model pemenuhan gizi ini ditujukan agar masyarakat Indonesia memenuhi gizi seimbang setiap kali makan.

Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Hardinsyah mengatakan 5 sehat 8 sempurna ini sudah memenuhi aspek untuk kebutuhan gizi, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan gizi.

Lantas apa saja yang termasuk 5 sehat 8 sempurna? "Yang dimaksud 5 sehat itu pangan pokok (karbohidrat), lauk pauk, sayur buah, minuman dan membatasi GGL (gula, garam dan lemak). Kalau 8 sempurna itu aktivitas fisik, jaga kebersihan dan cek gizi serta kesehatan," kata Hardinsyah saat acara Journalist Goes To Campus yang digelar Danone Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/8/2017).

Pada dasarnya, konsep pemenuhan gizi ini mengacu pada pembatasan porsi makan sesuai dengan usia yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Sementara pembatasan GGL dianggap perlu karena beresiko pada penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, kolesterol hingga jantung.

Sementara untuk olahraga penting karena semakin banyak yang memiliki badan gemuk, mudah pusing, lemah dan letih karena kurang sehat. "Itu semua karena kurang olahraga. Dulu enggak diperlukan olahraga karena banyak kerja fisik," kata dia.

Sementara itu, pakar gizi masyarakat dari IPB, Dr Rimbawan mengakui bahwa tidak mudah menyosialisasikan soal gizi seimbang ini ke masyarakat, karena panduannya semakin rinci dan detail, misalnya seperti gizi sesuai kelompok umur. Selain itu, juga tantang penyederhanaan bahasa karena tak semua paham soal terminologi gizi.

Oleh karena itu, 5 sehat 8 sempurna merupakan bagian dari pemudahan konsep soal gizi seimbang. Diharapkan, konsep ini bisa dipahami agar masyarakat terhindar dari dampak jangka panjang.

"Kalau kelebihan gizi maka beresiko penyakit degeneratif, sementara kalau kurang gizi juga beresiko rentan penyakit. Misalnya kalau kurang gizi saat anak-anak, saat dewasa juga beresiko penyakit degeneratif," kata Rimbawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.