Kompas.com - 26/08/2017, 10:44 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -  Kita semua sudah tahu bahwa olahraga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, tapi sebuah studi baru menunjukkan hal lebih, bahwa aktivitas ini dapat membantu Anda mempelajari bahasa baru lebih cepat.

Dalam studi yang dilakukan para peneliti di China dan Italia, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One, para ahli menemukan bahwa berolahraga selama mempelajari bahasa memungkinkan otak untuk lebih mudah menghafal, mempertahankan dan memahami kata-kata baru.

Hasil penelitian menyimpulkan, jika kita ingin memiliki pikiran yang tetap tajam, maka tubuh perlu bergerak.

Untuk penelitian tersebut, peneliti mengambil sampel 40 pria dan wanita China yang masih kuliah. Mereka juga tengah mencoba belajar bahasa Inggris. Peneliti ingin lebih memahami perbedaan antara belajar bahasa di masa dewasa dibandingkan dengan usia kanak-kanak.

Sebagai anak-anak kita bisa belajar bahasa pertama kita secara mudah hanya dengan "menyerap" kata-kata di sekitar kita. Tapi seiring pertumbuhan menjadi dewasa, kemampuan tersebut berkurang.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok—siswa yang akan belajar bahasa Inggris terkait kosakata di kelas dan siswa yang mengendarai sepeda dengan kecepatan "ringan”—20 menit sebelum pelajaran dimulai dan dilanjutkan dengan kelas selama 15 menit.

Setiap kelas fokus memahami kosakata, dengan berusaha menghafal 40 kata per sesi. Selain itu, masing-masing kelas juga akan mengerjakan tes kemampuan penguasaan bahasa asing.

Hasilnya, para siswa yang bersepeda sebelum kelas menorehkan hasil memuaskan. Ditambah, mereka mampu memahami struktur kalimat dengan lebih baik dan menunjukkan daya ingatan yang lebih baik daripada kelompok siswa yang berada di kelas.

"Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik saat belajar meningkatkan kemampuan belajar itu," kata salah satu peneliti, Simone Sulpizio, seorang profesor psikologi dan linguistik di University Vita-Salute San Raffaele di Milan, Italia.

“Perbaikan ini tak hanya sekadar membantu dalam menghafal. Latihan ini juga memperdalam pemahaman peserta bagaimana menggunakan kata-kata yang baru mereka dapatkan.”

Peneliti mengingatkan bahwa penelitian mereka tidak meneliti bagaimana olahraga lain dapat mempengaruhi seseorang saat belajar bahasa atau apakah peningkatan kecepatan bersepeda akan menunjukkan hasil yang sama. Lalu juga ada kondisi berbeda di setiap sekolah.

“Kami tidak menyarankan agar sekolah atau guru membeli banyak sepeda,” kata Sulpzio. “Pesan yang lebih sederhana mungkin adalah belajar bisa diselangi dengan aktivitas fisik. Duduk berjam-jam tanpa bergerak bukanlah cara terbaik untuk belajar.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.