Kompas.com - 06/09/2017, 08:32 WIB
Keluarga Duke of Cambridge (Pangeran William) dan keluarga tiba di Hamburg, Jerman, pada 21 Juli 2017. Istana Kensington mengumumkan bahwa Duchess of Cambridge (Kate Middleto) sedang mengandung anak ketiga. AFP PHOTO / Patrik STOLLARZKeluarga Duke of Cambridge (Pangeran William) dan keluarga tiba di Hamburg, Jerman, pada 21 Juli 2017. Istana Kensington mengumumkan bahwa Duchess of Cambridge (Kate Middleto) sedang mengandung anak ketiga.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Duke and Duchess of Cambridge berbagi kabar bahagia sedang menantikan kehadiran anak ketiganya. Kabar buruknya, Kate kembali mengalami morning sickness yang parah dan perlu dirawat.

Menurut pernyataan resmi dari Kensington Palace, ibu dari Pangeran George (4) dan Putri Charlotte (2) ini menderita hyperemesis gravidarum atau mual muntah yang parah. Kondisi tersebut juga ia alami pada dua kehamilan sebelumnya.

"Yang Mulia the Duke and Duchess of Cambridge sangat berbahagia mengumumkan sedang menantikan anak ketiga," tulis pengumuman resmi.

"Sang Ratu dan seluruh anggota keluarga sangat senang dengan kabar ini."

Karena hyperemesis gravidarum itu, sejumlah acara yang harus dihadiri Kate harus dibatalkan. "The Duchess saat ini dirawat di Kensington Palace," katanya.

Morning sickness alias mual muntah di awal kehamilan merupakan hal yang wajar dialami calon ibu. Diperkirakan 85 persen ibu hamil mengalaminya. Namun, kondisi hyperemesis gravidarum hanya diderita tak sampai 2 persen "bumil".

Kondisi tersebut membutuhkan perawatan karena calon ibu bisa mengalami dehidrasi, kelelahan, dan kurang nutrisi akibat mual muntah yang parah. Calon ibu juga bisa mengalami penurunan berat badan, gangguan elektrolit, bahkan akibat yang lebih berat berupa gangguan liver dan tiroid.

Meski sang ibu menderita morning sickness berat, tetapi pada umumnya kondisi bayi tetap dalam kondisi baik.

"Bayi biasanya tetap tumbuh normal, bahkan kadang-kadang besar. Ini berarti mereka memang punya bakat ajaib untuk menyerap nutrisi dari tubuh ibunya," kata Katherine Hicks, dokter kebidanan dan kandungan dari Massachusetts, AS, seperti dikutip dari situs Parents.com.

Walau begitu, jika ibu tidak bisa mengonsumsi makanan atau minuman sama sekali, ia harus dirawat dan diinfus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.