Kompas.com - 06/09/2017, 11:54 WIB
Ilustrasi bercukur nd3000Ilustrasi bercukur
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak semua pria ingin memelihara kumis dan janggut di wajah. Beberapa memang tidak cocok memiliki penampilan seperti itu, salah-salah malah menjadi mirip manusia gua. Mereka lebih suka berwajah licin sehingga menjadikan bercukur sebagai rutinitas.

Namun, meski merupakan kegiatan yang tidak asing, beberapa orang masih melakukan kesalahan dalam bercukur. Padahal untuk mendapat kulit yang sehat dan wajah bersih, Anda harus memperhatikan dan berhati-hati saat mencukur.

Dr Srie Prihianti Gondokaryono, SpKK, PhD, menjelaskan keteledoran saat bercukur bukan tidak mungkin menyebabkan luka di kulit meski tidak terlihat.

Kesalahan itu biasanya terjadi karena kita tidak mempersiapkan diri dengan benar, seperti membasuhnya dahulu dengan air hangat agar bulu di wajah menjadi lebih lembut dan mudah dicukur. Kebanyakan dari kita, karena terburu-buru lalu main hajar saja. Hal itu bisa menimbulkan  iritasi.

Baca juga: Kesalahan yang Dilakukan Pria Saat Bercukur

Selain itu, perlu juga menggunakan krim untuk memudahkan proses pencukuran karena membuat wajah lebih licin.

Di samping itu, cara dan arah mencukur juga menentukan keamanannya. banyak orang  mencukur dengan melawan arah pertumbuhan rambut wajah, terutama di bawah rahang. Ini juga salah satu penyebab iritasi karena pisau cukur ikut mengupas kulit tipis di wajah kita.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nah bagian kulit yang terkelupas atau terluka itu bisa menjadi tempat masuknya kuman penyakit. “Kalau ada bakteri masuk ke tubuh maka dia akan terjadi infeksi,” kata Srie di acara peluncuran sabun muka cair Nivea Men di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Adapun infeksi tersebut, kata Srie, belum menjadi bisul. Namun akan timbul nanah sedikit pada luka tersebut. Nah, bila dibiarkan terus-menerus makan akan menjadi besar dan membentuk bisul. “Bila demikian, maka kulit akan terganggu,” kata dia.

Oleh karena itu, selain sebelum dan saat bercukur, kulit juga perlu dirawat setelahnya. Perawatan bisa dilakukan dengan menggunakan pelembab agar kuman dan lain-lain tidak masuk ke dalam infeksi yang berukuran kecil tersebut.

Selain itu, menyediakan sebentar waktu untuk memijat bagian yang baru saja dicukur dengan pelembab juga akan menghasilkan rasa nyaman di kulit, sekaligus melindunginya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X