Kevin Lilliana, Belanja Tanpa Kantong Plastik

Kompas.com - 10/09/2017, 23:33 WIB
Ilustrasi kantong plastik daizuoxinIlustrasi kantong plastik
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Berapa banyak tentengan kantong plastik yang Anda bawa ketika Anda keluar dari minimarket atau pasar tradisional? Sadarkah Anda bahwa kantong plastik yang Anda bawa pulang ke rumah nantinya akan menjadi sampah plastik yang sulit untuk didaur ulang?

Mungkin akan lebih bijak jika Anda membawa wadah kantong sendiri yang terbuat dari kain untuk meminimalisir sampah plastik di rumah Anda.

Kevin Lilliana, Putri Indonesia Lingkungan 2017 kepada Kompas Lifestyle mengatakan bahwa dirinya mulai mengurangi penggunaan plastik untuk berbelanja di minimarket ataupun pasar tradisional.

"Saya mulai mengurangi menggunakan kantong plastik saat belanja, biasanya saya bawa wadah sendiri yang terbuat dari kain, di rumah juga jadi sedikit sampah," ucap wanita kelahiran 5 Januari 1996 ini saat ditemui Kompas Lifestyle di Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Menurutnya, kebiasaan kecil yang mulai diterapkannya jauh sebelum menjadi Puteri Indonesia Lingkungan 2017 ini diharapkan bisa mengurangi sampah yang dari waktu ke waktu terus bertambah.

"Kalau kita sudah mulai untuk tidak menggunakan plastik, jumlah sampah plastik yang ada di luaran sana juga akan berkurang, kan sampah plastik enggak bisa didaur ulang," tuturnya.

Mahasiswi lulusan Universitas Kristen Maranatha Bandung ini juga mengaku cukup risih saat menemukan orang yang berbelanja sedikit barang namun tetap meminta kantong plastik.

"Sudah belanjanya sedikit, minta kantong plastik pula, maksud saya itu kan masih bisa dipegang atau mungkin dikantongin di saku celana," tandasnya.

Kevin mengakui, kemungkinan besar faktor masyarakat masih kurang peduli terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan karena kurangnya pemahaman soal bahaya sampah plastik, juga kurangnya membaca, baik melalui media konvensional seperti buku dan koran, atau melalui media sosial.

Menurutnya, jika seseorang rajin membaca hal-hal terkait lingkungan melalui media konvensional ataupun media sosial lainnya, maka ia akan memiliki kesadaran yang cukup tinggi akan kerusakan yang timbul dari sampah plastik yang setiap harinya dibawa usai berbelanja.

"Masih banyak masyarakat yang belum peduli lingkungan karena kurang membaca. Membaca itu bisa melalui sosial media kalau melalui media baca konvensional membosankan, intinya kita harus peduli dengan lingkungan," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X