Kompas.com - 12/09/2017, 05:40 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

Ketika cairan tubuh terlalu asam akibat penyimpanan dan produksi asam terlalu banyak, disebut asidosis, hal ini akan menyebabkan Anda cepat merasa linglung, kebingungan, kesulitan bernapas, jantung berdebar, kelelahan, dan sakit kepala selama di trek lari.

Tanpa penanganan yang tepat, asidosis dapat terjadi dalam waktu yang lama dan dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti batu ginjal, gangguan ginjal kronis, gagal ginjal, hingga gangguan kesehatan tulang.

Gen khusus

Selain harus punya fisik yang prima, ternyata kemampuan seseorang untuk sanggup menyelesaikan marathon juga sedikit banyak ditentukan oleh faktor genetik. Penelitian dari Spanyol menemukan bahwa orang-orang yang sanggup melewati garis finish marathon, memiliki gen otot khusus yang membuatnya bisa berlari jarak panjang dengan lebih mudah.

Kelompok orang yang mempunyai gen khusus ini dilaporkan tidak mengalami cedera otot ataupun gangguan fungsi tubuh selama maraton berlangsung. Selain itu, kondisi ginjal dan jantungnya juga baik-baik saja.

Baca juga: Tips Menjaga Stamina Saat Lari Jarak Jauh

Sementara itu, orang yang tidak “dianugerahi” gen spesial ini cenderung mengalami masalah dan gangguan kesehatan yang lebih banyak selama di trek maraton. Mereka mengalami kram otot, cedera otot, bahkan hingga kerusakan ginjal – terbukti dari hasil tes darah yang dilakukan.

Para pelari berlatih untuk memecahkan rekor marathon di bawah 2 jam dalam inisiatif Breaking2Mark McCambridge Para pelari berlatih untuk memecahkan rekor marathon di bawah 2 jam dalam inisiatif Breaking2
Meski fisik tubuh dan genetik sangat memengaruhi kemampuan seseorang berlari, tapi bukan berarti Anda tidak bisa berpartisipasi karena tak memiliki kedua hal tersebut. Yang paling penting adalah bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri sematang mungkin untuk menghadapi tantangan itu.

Ada beberapa macam jenis tes dan latihan kecil yang harus bisa dilewati untuk menentukan apakah seseorang bisa mulai lari marathon. Pertama, mulai dari yang kecil. Anda harus bisa berlari penuh selama 20 menit. Anda bisa memulainya dari berjalan dan jogging sekitar 6 menit. Jika tidak berhasil berlari penuh dan konstan selama 20 menit, inilah hal pertama yang perlu Anda capai.

Jika Anda sudah berhasil, Anda bisa memulai lari di trek 10 kilometer dan berjenjang hingga setengah marathon, sekitar 21 kilometer. Jika sudah berhasil finish lari 21 kilometer, Anda masih harus terus latihan sampai mendapatkan catatan waktu yang cukup baik. Jika belum berhasil finish di lintasan setengah marathon, belum saatnya bagi Anda untuk mulai marathon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.