Usia Berapa Anak Boleh Memiliki Ponsel Sendiri? - Kompas.com

Usia Berapa Anak Boleh Memiliki Ponsel Sendiri?

Kompas.com - 13/09/2017, 11:45 WIB
Ilustrasi anak main gadget.Thinkstock Ilustrasi anak main gadget.

KOMPAS.com - Beberapa tahun lalu kebanyakan orangtua bertanya-tanya di usia berapa anak mereka diperbolehkan mengendarai motor atau mobil. Belakangan ini, orangtua harus menjawab pertanyaan, usia berapa anak boleh punya ponsel sendiri?

Tidak seperti kendaraan bermotor yang sudah jelas baru legal di usia 17 tahun, tak ada batasan usia minimal seorang anak layak memiliki ponsel.

Topik ini sering memicu perdebatan karena kini semakin sering kita melihat anak-anak di usia dini sudah menggenggam ponsel sendiri. Di Amerika Serikat, rata-rata anak punya ponsel pertamanya di usia 10 tahun. Demikian menurut lembaga riset Influence Central.

"Saya rasa trennya akan semakin muda, karena banyak orangtua yang lelah dengan rengekan anakknya minta ponsel," kata Stacy DeBroff, kepala Influence Central.

Kepala Common Sense Media, organisasi nonprofit yang menganalisa konten dan produk untuk keluarga, James P.Steyer, mengatakan ia memiliki batasan tegas soal kepemilikian ponsel untuk anak-anaknya.

"Saya baru memberikan ponsel saat mereka masuk SMA, setelah mereka belajar dan menghargai komunikasi tatap muka," katanya.

Walau begitu, menurut Steyer setiap orang mungkin bisa memutuskan di usia yang lebih muda. "Tidak ada anak yang sama, dan tak ada patokan usia. Yang terpenting adalah anak sudah cukup dewasa dan bertanggung jawab," katanya.

Pencipta Microsoft, Bill Gates, baru memberikan ponsel untuk ketiga anaknya saat mereka berusia 14 tahun.

"Saya tidak mengijinkan ada ponsel di meja saat makan, saya menunda memberi mereka ponsel sampai usia 14 tahun, dan anak-anak saya protes karena temannya sudah memiliki di usia lebih muda," kata Gates dalam sebuah wawancara dengan The Mirror.

Menurut Gates, banyak manfaat positif jika anak tidak memiliki ponsel di usia dini. "Dengan membuat batasan waktu menatap layar komputer atau ponsel, anak-anak jadi bisa tidur pada jam yang sesuai," katanya.

(Baca juga: Hysterical Parenting)

Para pakar psikologi anak rata-rata mengatakan bahwa usia 12 tahun adalah waktu yang ideal untuk memiliki ponsel pertama, tetapi sebagian memilih usia 14 tahun.

Ponsel atau gawai dianggap bisa menyebabkan kecanduan dan juga membuat anak sulit fokus pada pelajarannya. Belum lagi bahaya dari media sosial seperti bullying online, predator anak, atau sexting.

Risiko kecanduan ponsel memang nyata. Dalam polling yang dilakukan Common Sense Media teradap 1.240 orangtua dan anak ditemukan, 50 persen anak mengaku mereka kecanduan gawai.

Selain itu, 66 persen orangtua menganggap anak mereka berlebihan menggunakan gawai, dan 52 persen anak setuju dengan pendapat itu.

Dorongan

Faktor lain yang juga perlu jadi pertimbangan adalah perkembangan otak. Bagian otak depan, yakni prefrontal cortex, yang mengontrol dorongan, baru selesai berkembang di usia pertengahan 20-an. Dengan kata lain, orangtua tak perlu kaget jika anak-anak sulit menahan dorongan untuk bermain gadget-nya.

Walau demikian, perkembangan gawai juga membawa manfaat. Dengan gawainya, anak juga bisa mendapat informasi seputar pelajarannya, terhubung dengan teman atau keluarga, serta informasi lain yang bersifat positif.

Sekarang ini kendali ada di tangan orangtua untuk menentukan apakah anak memang membutuhkan ponsel. Jika masa itu tiba, sebaiknya bekali anak agar bertanggung jawab.

Orangtua juga bisa mengetes apakah anaknya bisa diandalkan, misalnya dengan memberinya ponsel "bodoh" yang hanya bisa menelpon dan berkirim SMS.

Jika anak bisa mengendalikan diri dan juga bertanggung jawab pada ponselnya, mengingat harga ponsel tidak murah, orangtua bisa memberinya ponsel pintar.


Manfaatkan fitur-fitur di gawai untuk mencegah anak mengakses situs dewasa. Ada pula aplikasi, misalnya Qustodio di Android, yang memungkinkan orangtua memonitor isi pesan anak dan situs yang dikunjunginya.

Walau sedikit berlebihan, tetapi tugas orangtua memang melindungi anaknya.

EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Gaya Keren Ryan Reynold dengan Setelan Ungu...

Gaya Keren Ryan Reynold dengan Setelan Ungu...

Look Good
Orangtua Terkadang Perlu Membiarkan Anak Gagal

Orangtua Terkadang Perlu Membiarkan Anak Gagal

Feel Good
6 Kombinasi Buah yang Baik untuk Sarapan

6 Kombinasi Buah yang Baik untuk Sarapan

Eat Good
Waspadai, Sering Ngantuk di Siang Hari Ancam Kesehatan Otak...

Waspadai, Sering Ngantuk di Siang Hari Ancam Kesehatan Otak...

Feel Good
Tak Perlu Obat Tidur, Ini Cara Mudah Atasi Insomnia

Tak Perlu Obat Tidur, Ini Cara Mudah Atasi Insomnia

Feel Good
Yakin Kulitmu Sehat? Sudah Penuhi 4 Syarat Ini Belum?

Yakin Kulitmu Sehat? Sudah Penuhi 4 Syarat Ini Belum?

Look Good
Gaya Sporty yang Manis dari Charles & Keith

Gaya Sporty yang Manis dari Charles & Keith

Look Good
Kisah Romantis di Balik Tudung Pengantin Meghan Markle

Kisah Romantis di Balik Tudung Pengantin Meghan Markle

Look Good
Air Jordan 1 Ini Dilelang Seharga Rp 743 Juta

Air Jordan 1 Ini Dilelang Seharga Rp 743 Juta

Look Good
Tips Memulai Hobi Sepeda Bagi Perempuan

Tips Memulai Hobi Sepeda Bagi Perempuan

Feel Good
Cara-cara Medis untuk Atasi 'Ngorok' yang Parah

Cara-cara Medis untuk Atasi "Ngorok" yang Parah

Feel Good
Ternyata, Cinta Laura Jarang ke Salon..

Ternyata, Cinta Laura Jarang ke Salon..

Look Good
5 Tahap Menghilangkan Komedo Hitam Di Wajah

5 Tahap Menghilangkan Komedo Hitam Di Wajah

Look Good
Trik Sigi Wimala Tepis Rasa Takut Bersepeda Di Jakarta

Trik Sigi Wimala Tepis Rasa Takut Bersepeda Di Jakarta

Feel Good
Rahasia Cinta Laura Jaga Kulit Fresh Meski Sering Traveling

Rahasia Cinta Laura Jaga Kulit Fresh Meski Sering Traveling

Look Good
Close Ads X