Kompas.com - 15/09/2017, 11:50 WIB
Ilustrasi pasangan gay. ShutterstockIlustrasi pasangan gay.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Terkadang orang sering mengaku-ngaku memiliki "gaydar" alias kemampuan untuk mendeteksi orientasi seksual seseorang, apakah si A itu "straight" atau si B sebenarnya "gay".

Sebuah studi teranyar menunjukkan bahwa kemampuan mendeteksi orientasi seksual itu secara akurat bisa dilakukan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hanya dengan melihat wajah seseorang.

Peneliti di Universitas Stanford memanfaatkan AI untuk menentukan orientasi seksual pada lebih dari 35.000 foto wajah dan membandingkan hasilnya dengan jawaban manusia.

Dalam beberapa seri penelitian, terungkap bahwa fitur wajah pria dan wanita penyuka sesama jenis memiliki sedikit perbedaan, dan komputer ternyata lebih mampu menangkapnya dibanding mata manusia.

"Wajah ternyata mengandung banyak informasi tentang orientasi seksual yang bisa dimengerti dan dibaca oleh otak manusia," tulis peneliti.

Menggunakan alogritma, software komputer mampu menentukan apakah seorang pria gay atau tidak dengan tingkat akurasi 81 persen. Sementara pada wanita, tingkat keakuratannya 71 persen.

Menurut peneliti, bagian wajah yang bisa menunjukkan orietansi seks pria adalah mata, hidung, alis, pipi, garis rambut, dan dagu. Sementara pada wanita ada di bagian hidung, sudut mulut, rambut, dan juga garis leher.

Orientasi seks seseorang ternyata tidak selalu sesuai dengan fitur feminin atau maskulin di wajah seseorang.

"Wajah pria gay atau wanita lesbian tidak selalu tipikal. Pria yang gay belum tentu wajahnya lebih feminin dibanding pria heteroseksual, atau wajahnya pasti lebih maskulin. Hal yang sama juga berlaku pada lesbian," katanya.

Sebagai informasi, menurut teori hormon pranatal (masih di kandungan), ada kaitan antara orientasi seks dan struktur fisik wajah karena bayi laki-laki kurang terpapar hormon tertentu, sementara bayi wanita paparannya berlebihan.

Setelah komputer menebak orientasi seks foto-foto tersebut, kemudian peneliti membandingkannya dengan manusia. Hasilnya, manusia hanya bisa mendeteksi pria gay dengan tingkat akurasi 61 persen dan 54 persen untuk wanita.

Sebenarnya bukan hal aneh jika komputer mampu mendeteksi seksualitas manusia. Peneliti menjelaskan, komputer menggunakan jaringan saraf dalam (DNN) sehingga lebih baik dalam melakukan tugas visual. Studi sebelumnya bahkan menunjukkan AI bisa dipakai untuk mendeteksi kanker kulit secara akurat.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.