Cek Fungsi Mata Bayi Sedini Mungkin

Kompas.com - 23/09/2017, 17:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Penyakit katarak yang dialami oleh Rayyan Gibran Ridha Radardja (5 bulan), putra kedua presentar Asri Welas, membuka mata awam akan penyakit mata yang bisa diderita bayi.

Salah satu pelajaran yang bisa diambil dari kejadian tersebut adalah pentingnya melakukan pemeriksaan fungsi penglihatan bayi sedini mungkin.

Menurut dr.Yunia Irawati, Sp.M (K), 70 persen penglihatan seorang anak akan dibangun pada dua tahun pertama usianya. "Karena itu penting banget memeriksa dan melakukan tindakan agar tidak sampai terlambat kelainannya jadi permanen," ujarnya.

Yunia menjelaskan, kita bisa melihat karena otak kita merekam apa yang dilihat. Hal itu terjadi sejak bayi dilahirkan dan secara bertahap ketajaman penglihatan akan bertambah seiring usia.

"Kalau yang direkam tidak ada, maka mata tidak melihat. Dalam sebuah pengujian, kedua mata normal, tapi satu mata ditutup terus. Nantinya setelah tutupnya dibuka mata itu akan buta atau terbatas jarak pandangnya," papar dokter dari RS Jakarta Eye Center ini.

Sebagai orangtua kita memang perlu berhati-hati dan lebih waspada terhadap kelainan mata yang mungkin diderita. "Biasanya anak tidak mengeluh apa-apa, baru tahu setelah anak sekolah ada kelainan. Terkadang sudah terlambat," ujarnya.

Ia menambahkan, bayi baru benar-benar bisa melihat dengan baik di usia sekitar tiga bulan. Walau begitu, orangtua bisa menguji fungsi penglihatan bayi untuk melihat responnya.

"Coba uji dengan mainan yang tidak berbunyi, apakah pandangan matanya bisa merespon," imbuhnya.

Orangtua sebaiknya waspada jika bayi tidak pernah melihat wajah ibu saat disusui atau diajak bicara, ada bintik putih di bola mata, atau pun mata bayi tidak mengarah pada mainan yang digerakkan.

Selain itu, bayi yang lahir prematur juga perlu mendapat pemeriksaan mata secara teratur. "Bayi prematur biasanya retina matanya belum sempurna," kata Yuniar.

Kelainan mata pada bayi prematur pada umumnya memang belum terlihat pada usia satu atau dua minggu setelah kelahiran. Karena itu setelah usia beberapa bulan diperlukan pemeriksaan tambahan.




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X