Kompas.com - 26/09/2017, 19:19 WIB
Ilustrasi keluar malam dengan pakaian minim moodboardIlustrasi keluar malam dengan pakaian minim
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Kata orang, jangan sering-sering keluar malam karena nanti masuk angin. Padahal tahukah Anda kalau masuk angin itu bukan suatu penyakit resmi dalam dunia kedokteran?

Masuk angin adalah sebutan yang hanya ada di Indonesia. Tapi bukan berarti masuk angin adalah mitos belaka. Gejalanya benar nyata dan pasti pernah dikeluhkan oleh hampir setiap orang.

Nah meski tidak ada nama medis untuknya, Anda tetap dapat mencegah masuk angin dengan berbagai cara mudah agar dapat terus lancar beraktivitas. Apa sih sebenarnya masuk angin itu?

Tidak ada istilah “masuk angin” dalam dunia medis. Menurut dr. Mulia Sp. PD, spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, masuk angin lebih tepat dikatakan sebagai sekelompok gejala (sindrom) yang menandakan kombinasi gejala dari dua jenis gangguan kesehatan, yaitu maag (dispepsia) dan flu.

Baca juga: Masuk Angin, Penyakit yang Cuma Ada di Indonesia

Gejala maag yang paling umum adalah perut kembung, sakit perut, ber-gas, rasa panas di dada, dan sering sendawa. Sementara itu, gejala flu bisa termasuk sakit tenggorokan, pilek, batuk-batuk, hidung tersumbat, dan demam. Flu juga bisa membuat Anda merasa tidak enak badan dan nyeri otot atau pegal-pegal. Mulai merasa familiar dengan sederet gejala “masuk angin” ini?

Perlu diketahui bahwa gejala masuk angin di atas tidak serta-merta disebabkan oleh “kemasukan” angin malam, seperti yang selama ini dipahami banyak orang. Maag dapat disebabkan oleh kenaikan asam lambung, penyakit irritable bowel syndrome, peptic ulcer, intoleransi laktosa, gangguan pada empedu atau peradangan, gejala kecemasan, efek samping alkohol, atau kebanyakan menelan udara. Pada kasus yang lebih parah, gangguan pencernaan ini dapat menjadi pertanda kanker lambung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, flu biasa terjadi musiman dan disebabkan oleh virus. Biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya ketika daya tahan tubuh semakin kuat kembali.

Apa hubungannya keluar di malam hari dan masuk angin? Pada malam hari suhu udara akan turun dan semakin dingin beberapa derajat. Angin juga terasa lebih kering dan dingin di malam hari.

Ilustrasi cuaca dingin dan hujanIngram Publishing Ilustrasi cuaca dingin dan hujan
Di udara dingin, selaput lendir dan rambut di dalam hidung mengalami penurunan fungsi sehingga Anda lebih rentan tertular flu. Ketika Anda terkena flu, Anda mengalami pilek atau hidung tersumbat dan pelepasan sel-sel radang yang dapat membuat lidah Anda terasa pahit. Tidak jarang, nafsu makan Anda juga jadi menurun karena semua yang Anda makan terasa pahit.

Jika Anda telat makan, maka selanjutnya Anda bisa mengalami maag, yang membuat perut terasa kembung dan penuh gas, disertai keinginan untuk sendawa atau buang angin terus-menerus. Kombinasi kedua kondisi inilah yang sering dianggap sebagai masuk angin.

Untuk mencegah masuk angin, Anda perlu mencegah dan menangani dua kondisi yang menyebabkannya. Terutama bagi Anda yang suka keluar di malam hari, inilah cara untuk mencegah masuk angin.

  •     Menggunakan jaket tebal. Jaket dapat berfungsi untuk melindungi Anda dari udara dingin. Pilihlah jaket yang nyaman untuk dipakai dengan bahan yang tebal serta hangat.
  •     Minum minuman hangat. Minuman hangat terbukti dapat meredakan berbagai gejala flu dan dispepsia, seperti batuk dan perut kembung. Minuman hangat akan menaikan sirkulasi darah dan pengatur asam lambung. Agar dapat membuat minuman hangat menjadi ekspektoran yang baik, Anda bisa menambahkan dengan madu dan jeruk nipis. Selain itu, air hangat juga meningkatkan metabolisme, meningkatkan sirkulasi darah dan menenangkan syaraf dan otot sehingga dapat mengurangi gejala nyeri pada otot dan sendi.
  •     Kurangi minum es. Kebalikan dari minuman hangat, es dapat menimbulkan berbagai gejala flu dan dispepsia. Air es atau air dingin dapat mengecilkan pembuluh darah sehingga memicu pembendungan atau kongesti. Jika terjadi pada hidung, selaput atau mukosa akan membesar dan banyak mengeluarkan cairan sehingga membuat pilek. Selain itu minum air dingin juga bisa menyebabkan perut kembung karena air dingin dapat menyebabkan konstraksi otot pada selaput lendir di lambung dan menimbulkan gas.
  •     Hindari merokok. Merokok bisa membuat saluran pernapasan menjadi kering dan rusak. Saluran pernapasan mengandung silia atau rambut halusu yang berfungsi untuk mencegah masuknya kuman penyakit. Jika silia rusak, kuman akan mudah masuk ke tubuh.
  •     Hindari makan permen karet dan minuman bersoda. Ternyata, masuk angin juga bisa disebabkan karena Anda terlalu banyak menelan udara. Udara dapat banyak tertelan dan masuk ke lambung karena beberapa hal, seperti makan permen karet dan minum minuman bersoda. Ini akan menimbulkan gejala dispepsia seperti perut kembung sehingga Anda akan sering buang angin.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.