Karakter Berbeda Pengunjung Kedai Kopi di Jakarta

Kompas.com - 03/10/2017, 07:00 WIB
Penikmat wifi umumnya akan terlihat di pojok-pojok ternyaman sebuah kedai kopi. ThinkstockPenikmat wifi umumnya akan terlihat di pojok-pojok ternyaman sebuah kedai kopi.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - "Ngopi dulu yuk", ajakan tersebut sangat sering kita dengar dari teman, rekan kerja, hingga kolega bisnis, yang mengisyaratkan bahwa minum kopi memang lebih enak jika dilakukan bersama-sama dari pada sendirian.

Nongkrong di kedai kopi, baik lokal atau gerai kopi internasional, memang sudah menjadi gaya hidup masyarakat di kota-kota besar. Apalagi di Jakarta yang jumlah kedai kopinya terus bertambah.

Meski begitu, pengunjung kedai kopi tidak terbatas pada pecinta kopi yang ingin menikmati kopi enak. 

"Banyak alasan (orang datang ke kedai kopi) dan tidak hanya sekedar menikmati kopi," kata Corporate Communication and Social Responsibility kedai kopi Tanamera Anindita Sekar Jati kepada Kompas Lifestyle saat acara 'Ngopi Bareng HSBC' di Tanamera Coffee, Jakarta Selatan, Senin (2/10/2017).

Bahkan di beberapa wilayah Jakarta memiliki tipikal pengunjung kedai kopi yang berbeda. Misalnya berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Jakarta Pusat, para pengunjung kedai kopi merupakan orang-orang kantoran yang bertemu untuk membicarakan bisnis. Tipikal ini tak lepas dari area sekitar Jakarta Pusat yang memang perkantoran.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
Sementara tipikal kedai kopi di Jakarta Utara didominasi pengunjung untuk berkumpul dan mengobrol, serta 'nongkrong'.

Kedai-kedai kopi di Jakarta Selatan lebih didominasi para pecinta kopi. Sebagian besar kedai kopi bahkan menjadi area untuk diskusi membicarakan soal kegiatan atau pekerjaan.

Anindita menambahkan ragam tipikal ini mengikuti perkembangan zaman. Dia mencontohkan saat ini sudah banyak kedai kopi yang dijadikan sebagai 'kantor' bagi orang-orang yang bekerja di luar.

"Mereka (pekerja nomaden) bahkan bisa sampai berjam-jam di kedai kopi. Mereka sudah punya menu khusus sendiri, mulai dari ngopi, terus minum lain, sampai ngopi lagi," kata Anindita.

Nah, ada juga yang memang minum kopi sebagai keharusan. Biasanya itu dilakukan setiap pagi sebelum kerja di kedai kopi langganan.

Menariknya, pengunjung kedai kopi kini disebut sudah merambah anak-anak sekolah tingkat sekolah menengah pertama dan atas.

"Mereka datang ke kedai kopi untuk mengerjakan tugas sambil berdiskusi dengan teman sekolahnya," lanjut dia.

Beda generasi ternyata beda juga kebiasaannya saat di kedai kopi. Pada generasi milenial, mereka datang ke kedai kopi memang untuk menikmati kopi sambil melakukan beberapa aktivitas seperti melakukan pekerjaan dan membaca buku.

"Tapi kalau di generasi baby boomer, generasi X, mereka datang ke kedai kopi untuk arisan atau 'ngobrol' bareng teman lama," kata Anindita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X