Kompas.com - 04/10/2017, 11:05 WIB
Ilustrasi cabai svf74Ilustrasi cabai
Penulis Wisnubrata
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Apakah Anda termasuk penyuka makanan pedas? Beberapa orang sangat menggemari makanan pedas sehingga restoran yang menyediakan menu serba sambal pun laris. Mereka menyajikan menu pedas hingga level yang membuat geleng-geleng kepala. Walau begitu, ada juga yang membelinya.

Namun, sesuka apapun pada cabai, Anda sebaiknya berpikir dua kali untuk mencoba jenis yang terbaru ini. Cabai itu dinamai Pepper X, dan kepedasannya membuatnya lebih layak dijuluki “pembakar lidah” daripada dimasukkan dalam golongan sayuran.

Cabai yang “diciptakan” petani bernama Eddie Currie ini telah mengalahkan jenis Carolina Reaper yang sebelumnya dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia. Currie adalah pemilik PuckerButt Pepper Co. yang dulu juga mengembangkan Carolina Reaper.

Lalu bagaimana cara mengukur tingkat kepedasan cabai? Ada skala yang disebut Scovilles, yang mengukur kandungan capsaicin, senyawa yang membuat cabai terasa pedas. Habanero, salah satu cabai yang terpedas di dunia, mencatat skala 100.000 hingga 350.000 Scovilles. Sedangkan Pepper X, mencapai 3,18 juta Scovilles.

Apakah cabai ini bisa dimakan? Tidak seperti bayangan orang, ternyata Pepper X telah dibuat sambal dengan nama The Last Dab. Sambal serasa magma ini mengandung cuka, cabai Pepper X, jahe, mustar, dan bahan-bahan lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.