Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/10/2017, 16:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Jika Anda termasuk orang yang tidak melepaskan sepatu di luar pintu, perhatikan! Sebuah studi di University of Houston menemukan bahwa 39,7 persen sepatu yang mereka uji membawa C. diff--itulah bakteri fekal yang dapat menyebabkan mulai dari diare hingga infeksi fatal.

"Ketika orang secara tidak sengaja menelan C. diff mereka bisa sangat sakit," jelas Paul. "Jika Anda memiliki anak kecil yang merangkak di lantai, lebih penting lagi tidak mengenakan sepatu untuk aktivitas di luar di dalam rumah."

Hentikan penyebarannya: "Saat bepergian cobalah untuk menempatkan sepatu di tas kain di koper untuk mencegah bakteri berpindah ke pakaian," kata Vicky.

5. Spons

Spons cuci piring seharusnya menyingkirkan kotoran, namun menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh badan kesehatan AS NSF International, bekas bakteri coliform - yang mengandung salmonella dan E. coli - ditemukan pada 75 persen dari spons yang mereka uji. Mengapa begitu kotor?

"Spons adalah tempat berkembang biak yang ideal bagi mikroba karena lingkungan yang bergizi, hangat, lembab, dan bahan bergizi dari limbah makanan," jelas Paul.

"Saya secara teratur meneliti spons dapur dan menemukan bahwa mereka membawa salmonella, campylobacter, staphylococcus, E. coli dan listeria, yang semuanya dapat menyebabkan infeksi usus dan kulit ringan sampai parah."

Hentikan penyebarannya: Ganti spons setiap bulan dan cuci mereka pada suhu tinggi di mesin pencuci piring seminggu sekali.

6. Tempat liburan

Tidak ada yang bisa terhindar dari bakteri, bahkan di saat tengah berlibur.  Minum? Sebuah studi tentang hotel di AS oleh ABC News ditemukan di 11 dari 15 gelas minum belum pernah diganti atau baru saja dibilas dan diseka dengan kain kotor.

Lampu: Lampu utama dan sakelar lampu samping tempat tidur adalah dua tempat paling terkontaminasi bakteri di kamar hotel, sebuah studi oleh University of Houston ditemukan.

Tempat tidur: Tempat tidur di hotel memiliki beberapa jumlah kuman tertinggi dalam studi Universitas Leeds Beckett. Satu, dari hotel bintang lima, sangat tinggi sehingga "tak terukur".


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber nypost.com
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.