Kompas.com - 10/10/2017, 13:10 WIB
Ilustrasi bekerja di rumah gpointstudioIlustrasi bekerja di rumah
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Orang yang bekerja dari rumah atau di luar kantor ternyata lebih sulit untuk berhenti, demikian menurut studi dari peneliti di University of Carddiff, Inggris.

Para peneliti menyurvei lebih dari 15.000 pekerja di Inggris dan menemukan mereka yang bekerja dari rumah cenderung menghabiskan lebih banyak waktu daripada waktu kerja normal, dan bekerja lebih keras daripada yang dibutuhkan. Peneliti juga menemukan orang yang bekerja di rumah sulit berhenti dan melepaskan diri dari pekerjaan.

"Umumnya, kita memiliki batas ruang yang dibuat oleh kantor, toko, dan pabrik, yang berarti rumah dan tempat rekreasi lainnya terpisah dari pekerjaan," kata Alan Felstead, seorang profesor riset di School of Social Sciences di Universitas Cardiff Wales. "Namun, kerja dari rumah mengaburkan garis batas tersebut. Itu sebabnya mengapa sulit [bagi karyawan] untuk berhenti dari pekerjaannya."

Oleh karena itu, beberapa CEO di Amerika Serikat sepakat bahwa bekerja dari rumah memiliki  kelemahan. Mantan CEO Yahoo Marissa Mayer bahkan membalikkan kebijakan "Work From Home" perusahaan pada tahun 2013 yang menyebut bahwa "orang lebih produktif saat mereka sendiri."

Ia meminta karyawan kembali ke kantor dengan alasan "mereka lebih kolaboratif dan inovatif saat mereka bersama. Beberapa ide terbaik datang dari dua gagasan yang berbeda secara bersama-sama."

Dan awal tahun ini, chief marketing officer IBM Michelle Peluso mencabut kebijakan bekerja dari rumah dan mewajibkan ribuan karyawannya untuk datang ke kantor untuk bekerja bersama-sama dengan rekan kerjanya.

Meski bekerja dari rumah terasa nyaman dan mudah, hal itu bisa menimbulkan tekanan lebih daripada bekerja di kantor. Empat puluh satu persen karyawan "highly mobile" yang bekerja secara jarak jauh mengaku merasa tertekan, dibandingkan dengan 25 persen karyawan kantor, menurut Medical Xpress.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka yang bekerja di rumah 42 persen mengatakan menderita insomnia, dibandingkan dengan mereka yang bekerja di kantor hanya 29 persen.

Ilustrasi bekerja di rumahPurestock Ilustrasi bekerja di rumah
Meskipun begitu, banyak orang Amerika Serikat merasa bahwa kerja dari rumah masih nyaman. Sebuah survei terhadap 4.000 pekerja yang dilakukan Microsoft tahun 2011 menemukan, bahwa 44 persen yang bekerja dari rumah merasa gangguan saat bekerja berkurang dan 45 persen mengaku menyelesaikan lebih banyak pekerjaan di rumah.

Keseimbangan antara hidup dan kerja juga meningkat dengan 29 persen mencatat bahwa mereka menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga. Dengan catatan, mereka tahu kapan waktu bekerja dan kapan waktu untuk keluarga.

Halaman:


Sumber nypost.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X