Kompas.com - 12/10/2017, 10:00 WIB
Model memeragakan busana rancangan Sebastian Gunawan saat peragaan busana bertajuk Whisper/Roar  di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Peragaan busana dalam rangka 25 tahun Sebastian Gunawan berkarya menampilkan 82 rancangan. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KRISTIANTO PURNOMOModel memeragakan busana rancangan Sebastian Gunawan saat peragaan busana bertajuk Whisper/Roar di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Peragaan busana dalam rangka 25 tahun Sebastian Gunawan berkarya menampilkan 82 rancangan. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Desainer Sebastian Gunawan sudah berkarier selama 25 tahun, namun ia seolah tak pernah kehabisan ide. Dalam koleksi terbarunya, "Whisper/Roar", Seba, begitu ia biasa dipanggil kembali menyuguhkan deretan busana couture dalam detail tingkat tinggi.

Seba bersama dengan sang istri sekaligus partner kreatifnya, Christina Panarese, memilih tema Whisper/Roar dalam peragaan busana yang digelar di Ritz Carlton Jakarta pada (10/10) malam.

Tema itu memiliki filosofi ‘dari bisik-bisik’, semakin nyaring, dan berubah menjadi sebuah ‘gemuruh’ seiring perjalanan lebih dari tiga dekade Sebastian Gunawan sebagai label.

"Barisan koleksi yang dipersembahkan seolah menelisik rancangan sejak semula, semakin berkembang, dan menjadi besar, yang ditandai dengan rancangan-rancangan bersiluet dramatis, detail artistik, serta penggunaan bahan yang diolah kembali dengan sangat menakjubkan," kata Seba dalam rilis yang ia berikan.

Model memeragakan busana rancangan Sebastian Gunawan saat peragaan busana bertajuk Whisper/Roar  di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Peragaan busana dalam rangka 25 tahun Sebastian Gunawan berkarya menampilkan 82 rancangan. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KRISTIANTO PURNOMO Model memeragakan busana rancangan Sebastian Gunawan saat peragaan busana bertajuk Whisper/Roar di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Peragaan busana dalam rangka 25 tahun Sebastian Gunawan berkarya menampilkan 82 rancangan. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Seba dan Cristina memilih mengeksplorasi kekayaan romantisme gaya berbusana era tahun 40an, tahun 50an, dan tahun 60an di Eropa dalam 82 rancangannya yang memiliki ragam potongan: A-line, celana, gaun, jaket pendek, jaket panjang, fitted, duyung, serta dress jumper.

Romantisme tiga dekade itu direpresentasikan menjadi gaya dengan cita rasa dan aroma masa kini yang tak meninggalkan keragaman siluet, pilihan bahan (tipis, tebal, kilap, halus, dan kaku), pengerjaan detail dan jangkauan palet warna.

Eropa memang menjadi bagian dari inspirasi pasangan suami istri itu dalam merancang busana. Keduanya tertarik pada ketrampilan tangan yang tinggi, seperti kecakapan dalam melipat, kecantikan motif, serta tekstur yang dihasilkan dari olahannya, hingga keindahan leret warna yang menjadi benang merah koleksi.

Ketertarikan itu mempertemukan Sebastian dan Cristina pada eksotisme Asia dalam mengolah detail dengan romantisme busana Eropa yang memiliki kekayaan tekstil dan tekstur bahan yang begitu variatif.

Model memeragakan busana rancangan Sebastian Gunawan saat peragaan busana bertajuk Whisper/Roar  di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Peragaan busana dalam rangka 25 tahun Sebastian Gunawan berkarya menampilkan 82 rancangan. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KRISTIANTO PURNOMO Model memeragakan busana rancangan Sebastian Gunawan saat peragaan busana bertajuk Whisper/Roar di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Peragaan busana dalam rangka 25 tahun Sebastian Gunawan berkarya menampilkan 82 rancangan. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Sisi menarik dari rancangan Sebastian dan Cristina kali ini adalah permainan sisi lengan dengan bentuk lurus, bervolume, bertumpuk, pendek, panjang--yang tampil dalam gaya siluet.

Kreasi lengan itu kemudian terbagi dalam tiga dekade dengan ciri masing-masing. Pada tahun 1940an, nampak dalam siluet gaun lurus yang seakan berbisik tenang namun sekaligus meneriakkan tawaran baru lewat detail bergambar malaikat kecil yang tersusun dari butiran swarovski.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.